RMco.id  Rakyat Merdeka - Dibukanya keran ekspor benih lobster atau benur ke luar negeri oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ternyata belum berbuah manis bagi nelayan lobster dalam negeri. Dalam seminggu terakhir, tercatat harga beli benih lobster atau benur di tingkat nelayan justru terjun bebas.

Yugo, salah seorang nelayan asal Cilacap, Jawa Tengah, bercerita, harga jual benur semakin lama semakin kendur. Di masa jaya beberapa waktu lalu, Yugo merasakan nikmatnya menjual benur dengan harga Rp 11.000 per ekor. Namun kini, dirinya hanya bisa menjual dengan harga Rp 3.500 per ekor. 

"Harganya durun drastic. Makanya, saya sama temen-temen (mungkin) beralih cari ikan layur," jelas Yugo, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (17/9).

Berita Terkait : Terawan Out Makin Kenceng

Hal yang sama dirasakan Anjas, nelayan lobster asal Palabuhan Ratu, Jawa Barat. Dia mengaku kerap merugi. Biaya operasional mencari lobster tak sebanding dengan harga jual. Terlebih lagi, saat cuaca buruk, nelayan semakin sulit menangkap benur. 

“Sekali melaut bisa menghabiskan Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta lebih. Sedangkan saat cuaca buruk gini paling hanya bisa dapat 150 ekor. Kalau dijual Rp 3.500 per ekor, ya itung aja berapa banyak ruginya," keluh Anjas. 

Winanto, nelayan lobster asal Trenggalek, Jawa Timur, menduga, turunnya harga jual lobster karena adanya gagal kirim perusahaan pengantong izin ekspor akibat sidak Bea Cukai, Senin (14/9). Pengiriman lobster ke luar negeri yang tertahan, membuat nilai jual lobster para nelayan lesu. 

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

"Sangat terasa dampaknya. Kalau pengiriman terhenti, kan tidak ada yang beli. Kalaupun perusahaan ambil hasil tangkapan nelayan, paling dihargai cuma Rp 4.500 per ekor. Sebelumnya bisa sampai Rp 11.000 per ekor," ujar Winanto.

Sudah 3 hari ini Winanto tidak melaut. "Daripada rugi, mending jualan kangkung aja," pungkasnya. 

Rendahnya harga beli benih lobster ini bertentangan dengan peraturan yang mematok harga minimum yang dibeli perusahaan ekspor ke nelayan sebesar Rp 5.000 per ekor untuk jenis lobster pasir dan Rp10.000 untuk lobster jenis mutiara. Kebijakan tersebut dibuat Menteri Kelautan dan Periakan Edy Prabowo guna meningkatkan para nelayan lobster di Indonesia. Namun sayangnya, saat ini para nelayan masih menjerit. [TIF]