RMco.id  Rakyat Merdeka - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta, kini sudah menginjak hari kelima. Nilai tukar rupiah masih terus menunjukkan penguatan.

Bahkan, pada hari ini, mata uang Garuda menguat cukup tinggi. Rupiah menguat 0,53 persen di posisi Rp 14.775 per dolar AS, dibanding sesi penutupan kemarin, yang bertengger di level Rp 14.832 per dolar AS.

Berita Terkait : Data Deflasi Bikin Rupiah Deg-degan

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan enam mata uang saingan utamanya, flat ke level 93,90 dibanding level penutupan kemarin, yang bercokol di level 92,91.

Tak cuma di depan dolar AS, rupiah juga unggul terhadap mata uang asing lainnya. Terhadap euro, menguat 0,17 persen. Sementara terhadap China, naik 0,05 persen.

Berita Terkait : Data Ekonomi AS Tokcer, Rupiah Moncer

Mayoritas mata uang di kawasan Asia lainnya, seolah tak mau kalah dengan rupiah. Won Korea Selatan juga menunjukkan penguatan terhadap dolar sebesar 0,77 persen. Disusul solar Taiwan 0,41 persen, ringgit Malaysia 0,24 persen, peso Filipina 0,20 persen, baht Thailand 0,20 persen, dan yuan China 0,16 persen.

Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail Zaini melihat, salah satu faktor yang mendorong penguatan nilai rupiah adalah stabilnya suku bunga BI. Sehingga, spread yield Surat Utang Negara (SUN) dan yield US Treasury juga menjadi stabil dan tetap tinggi. Alhasil, rupiah pun sukses menguat.
 Selanjutnya