Konsumsi Dalam Negeri Minim

Industri Semen Genjot Ekspor

Ilustrasi : (Foto : CNBC)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi : (Foto : CNBC)

 Sebelumnya 
Ia pun berharap dengan adanya sejumlah perjanjian dagang dan ekonomi komprehensif yang dilakukan oleh Indonesia, ekspor semen pun dapat dipacu. Apalagi, pasar ekspor di negara Asia Selatan dan Afrika sangat menjanjikan.

Widodo menegaskan, peningkatan ekspor semen sangat dibutuhkan di tengah masih melempemnya pertumbuhan konsumsi di dalam negeri. Sepanjang tahun lalu, serapan semen di pasar domestik hanya tumbuh 4,9 persen menjadi 69,51 juta ton.

Berita Terkait : Kemenperin Siap Boyong 170 Pelaku Industri Ke Hanniber Messe

Permintaan semen pun masih terkonsentrasi di kawasan Indonesia bagian barat seperti Sumatra dan Jawa, yaitu sebesar 74 persen dari total produksi semen nasional. Sisanya, permintaan tersebar di Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Kepala Departemen Komunikasi Semen Indonesia Sigit Wahono menambahkan Australia, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika adalah kawasan yang akan diandalkan untuk ekspor semen.

Berita Terkait : Cetak SDM Industri, Kemenperin Gandeng Jerman

Menurutnya, pada 2018, ekspor Semen Indonesia melonjak 68,7 persen secara yoy menjadi 3,1 juta ton. Sedangkan konsumsi dalam negeri tumbuh tipis sebanyak 1,2 persen secara yoy menjadi 27,4 juta ton.

“Australia masih menarik bagi kami, karena belum semua daerah kami jamah. Potensi buyer di sana masih cukup beďżžsar,” jelasnya. (ASI)