RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) membuka pelatihan berbasis teknologi virtual reality. Hal ini dilakukan sebagai babak baru perjalanan transformasi digital AP ll.

Presiden Direktur Angkasa Pura  II Muhammad Awaluddin mengatakan, angkatan pertama pelatihan berbasis virtual reality ini adalah 20 orang personel bandara yang bertugas di unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) atau dikenal juga dengan Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF).

Berita Terkait : Perusahaan Asing Kepincut Kembangkan Bandara Internasional Lombok

Menurutnya, ini merupakan pencapaian baru bagi AP II di dalam perjalanan transformasi digital yang dicanangkan sejak 4 tahun lalu. "Di tengah pandemi ini bukan berarti proses pelatihan dan belajar berhenti, justru sebaliknya kita bisa lebih intens dengan menggunakan teknologi yang salah satunya adalah teknologi virtual reality,” katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (26/9).

Awaluddin menuturkan, teknologi virtual reality untuk pelatihan ini sangat relevan dalam situasi sekarang. Selain itu, lebih mudah dan cepat dipahami peserta pelatihan.

Berita Terkait : Angkasa Pura I Raih Penghargaan Atas Kontribusi Di Bidang Pariwisata

Awaluddin menilai, penggunaan teknologi virtual reality ini sebagai penegasan AP II berkomitmen menjalankan transformasi digital dan selalu menggunakan teknologi-teknologi terkini dalam aktivitas operasional perusahaan sehari-hari.
 Selanjutnya