RMco.id  Rakyat Merdeka - Di masa pandemi, aplikasi Eden Farm, penyedia sayur, buah, telur serta kebutuhan pokok untuk bisnis kuliner, memperkuat peranannya di industri agri-tech dengan membangun Eden Farm Sourcing Center (ESC) dan Eden Farm Distribution Network (EDN). Program ini memiliki kesinambungan dari hulu sampai hilir.

“ESC adalah program kerja sama langsung dengan petani untuk menentukan pola tanam, kepastian harga jual dan kepastian jumlah hasil tani yang diambil setiap hari. Sedangkan EDN adalah jaringan distribusi yang dibuat Eden Farm dengan memberdayakan banyak masyarakat,” ungkap Founder & CEO Eden Farm David S Gunawan dalam keterangan tertulisnya kepada RMCO.id.

Baca Juga : Rapat Exco PSSI Putuskan Kompetisi Liga 1 2021 Dibatalkan

Menurut dia, EDN tersebar di berbagai lokasi serta berada dalam radius 5 kilometer dari pelanggan sehingga pengiriman lebih cepat dan efisien. Upaya ini diambil untuk melindungi lebih dari 1.000 mitra petani dan produsen pangan yang telah bekerja sama dengan Eden Farm agar konsistensi dan penyerapan hasil panen tetap terjaga.

Kemudian, memastikan lebih dari 20.000 UMKM dan pelapak pasar yang telah menjadi pelanggan Eden Farm tetap produktif di masa pandemi ini lewat pasokan sayur, buah, telur dan sembako dengan harga terbaik. 

Baca Juga : Telkom Hadirkan Tayangan Olahraga Bergengsi Yang Aman Di Rumah

Eden Farm juga memiliki program cicilan bagi pelanggan untuk membantu mereka memulai lagi usaha kulinernya di masa yang sulit ini.

“Di bulan ketujuh masa pandemi ini semoga warga masyarakat yang kegiatannya kembali dilakukan di rumah tetap lancar. Baik konsumen maupun para petani,” sambung David.

Baca Juga : Erick: Itu Bukan Prioritas Pemerintah

Sejak tahun 2017, Eden Farm telah mendukung petani lokal dan membawa hasil bumi segar terbaik mereka ke berbagai restoran dan warung makan di Indonesia. 

Saat ini terdapat 2.000 reseller, 1.000 restoran, dan lebih dari 1.000 petani yang menjadi mitra Eden Farm di Jabodetabek dan Bandung. Eden Farm juga turut mendukung Indonesia berswasembada pangan. [MER]