RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro, Prof FX Sugiyanto menilai Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja bisa memangkas regulasi berbelit di sektor investasi. Apalagi ancaman resesi yang saat ini mengancam Indonesia akibat pandemi Covid-19.

"Saya melihat Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja memiliki semangat untuk mengurangi hambatan-hambatan dan menyinkronkan berbagai Undang Undang," kata Sugiyanto, Minggu (27/9).  

Berita Terkait : Ada UU Cipta Kerja, Kadin Optimis Investasi Tahun Ini Meroket

Pasalnya, Sugiyanto menyatakan selama ini dirinya kerap menemui berbagai undang-undang yang tidak sinkron. Ketidaksinkronan tersebut, akhirnya berdampak pada macetnya implementasi kebijakan maupun program di level bawah.

Dia pun setuju bila RUU Cipta Kerja disahkan menjadi undang-undang. Dia berharap, dengan disahkannya RUU Cipta Kerja, kolaborasi antarkementerian/lembaga dan pemerintah daerah bisa semakin efektif dan intensif.

Berita Terkait : Hippi: UU Cipta Kerja Wajibkan Investor Asing Lakukan Alih Teknologi

"Saya termasuk yang sangat setuju dengan Undang-Undang Cipta Kerja dengan segala kelemahannya yang perlu diatasi. Karena dengan begitu, hambatan-hambatan yang selama ini muncul itu mulai dipangkas. Hambatan yang muncul dalam lembaga, hubungan antarbirokrasi juga bisa segera diperbaiki,” jelas Sugiyanto. [UMM]