RMco.id  Rakyat Merdeka - Tren penguatan dolar belakangan ini, rupanya cukup membuat nilai tukar rupiah pagi ini melemah. 

Mata uang Garuda di sesi pembukaan Senin (28/9) pagi, ada di posisi Rp 14.875 per dolar AS. Atau susut 0,02 persen bila dibandingkan dengan penutupan perdagangan Jumat (25/9) sore, yang terpaku di level Rp 14.872 per dolar AS.

Berita Terkait : Dolar Menguat Lagi, Rupiah Babak Belur

Sebaliknya, mayoritas mata uang di kawasan Asia justru menunjukkan penguatan terhadap dolar. Yen Jepang dan dolar Singapura menguat 0,10 persen, dolar Taiwan menguat 0,21 persen, dan peso Filipina menguat 0,09 persen.

Diikuti rupee India 0,39 persen, yuan China 0,09 persen dan ringgit Malaysia 0,02 persen.

Berita Terkait : Pasar Buru Dolar, Rupiah Galau

Indeks dolar AS terhadap keranjang enam mata uang saingannya, terus menguat hingga 0,05 persen.

Penguatan ini melanjutkan keperkasaan dolar pekan kemarin, yang menanjak hingga 1 persen.

Berita Terkait : Naik Tipis, Pemilu Ulang AS Vitamin Buat Rupiah

Pelemahan juga dialami rupiah, di depan dolar Australia. Mata uang Garuda minus 0,03 persen, hingga mentok di level Rp 10.474. 

Namun, di depan mata uang lainnya,  nilai tukar rupiah tidak melempem. Terhadap euro, rupiah naik 0,38 persen di level Rp 17.259. Sementara terhadap yuan China, menguat 0,23 persen di level Rp 2.175. Sementara rupiah melemah terhadap dolar Australia sebesar -0,03 persen di level Rp 10.474.
 Selanjutnya