RMco.id  Rakyat Merdeka - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di beberapa daerah mendapat penolakan. Setelah di Surabaya pada Minggu (27/9), kemarin giliran acara KAMI di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), juga ditolak. Kendati begitu, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo tidak patah arang.

Puluhan massa melakukan aksi menolak KAMI di Halaman Depan Islamic Center Mataram, kemarin. Sama seperti di Surabaya, massa yang menolak beralasan KAMI memecah belah bangsa. Acara KAMI juga dianggap berpotensi menyebarkan Covid-19 karena menggalang massa. 

Berita Terkait : Bos KAMI Merengek-Rengek

Acara deklarasi KAMI di Lombok rencananya digelar di Pondok Pesantren Al Ishlahuddiny Kediri, Lombok Barat. Yang hadir, Gatot Nurmantyo didampingi Rochmat Wahab. Namun, setibanya di Bandara Lombok, Gatot diberitahu acara tersebut tak mendapat izin dari kepolisian. Deklarasi pun, batal. 

Meski begitu, Gatot tetap melakukan sejumlah kegiatan yang sudah dijadwalkan. Salah satunya sowan ke Tuan Guru Turmudzi di Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah. "Saya mau sowan ke Tuan Guru Turmudzi. Beliau sudah seperti orang tua saya sendiri," tuturnya. 

Baca Juga : Lutfi Suntikkan Vitamin

Kedatangan Gatot sekaligus menjenguk Tuan Guru Turmudzi yang baru saja menjalani operasi karena sakit. Tiba di lokasi, petugas keamanan sempat mengatakan, Tuan Guru Turmudzi tidak mau ditemui karena kesehatannya tidak memungkinkan. Gatot kemudian meneleponnya. Dia akhirnya diizinkan masuk dan bertemu tuan guru paling senior dan dihormati di Lombok itu. 

Usai pertemuan, Gatot mengklaim mendapat banyak wejangan dari Tuan Guru Turmudzi. Di antaranya, harus kuat dalam menghadapi segala halangan dan perlawanan dalam menyelamatkan Indonesia.

Baca Juga : Korban Gempa Kangen Dilongok Jokowi

Saat mendengar wejangan itu, Gatot bersimpuh di bawah tempat tidur Tuan Guru Turmudzi. "Setelah ini saya mau makan ayam bakar Taliwang dan kembali ke Jakarta," ujarnya.

Dia mengaku tak mempermasalahkan pihak Kepolisian yang tak memberi izin KAMI untuk deklarasi. Gatot bilang, dia hanya akan melakukan deklarasi bila ada izin resmi. "Bila tidak, kami tidak akan memaksakan," tuturnya, sambil tersenyum. 
 Selanjutnya