RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali mendapat tambahan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 5 triliun. Sehingga, kini total dana pemerintah yang diparkir di BTN sebesar Rp 10 triliun.

Dengan tambahan itu, Bank spesialis pembiayaan rumah itu optimistis bisa memenuhi komitmen penyaluran kredit, khususnya dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Direktur Utama (Dirut) BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, perseroan berkomitmen memenuhi target untuk menyalurkan pembiayaan hingga tiga kali lipat (leverage) di akhir 2020.

Berita Terkait : BTN Pede Penyaluran Kredit Tembus Rp 15,38 Triliun

“Dengan tambahan tersebut, maka target penyaluran kredit kami naik. Semoga dana kami kelola bisa tersalurkan dengan baik,” kata Pahala dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.

Pahala menyebutkan, sesuai core business perseroan, maka porsi terbesar dari penyaluran pembiayaan tersebut adalah ke sektor perumahan.

Perseroan akan terus berupaya memaksimalkan ekspansi kredit, dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko yang baik.

Baca Juga : Gerindra Depok Luncurin Album Pemenangan Pradi-Afifah

“Dalam merealisasikan penyaluran kredit, BTN tetap memegang prinsip kehati-hatian agar rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) terjaga, dan debitor juga tidak terbebani dengan cicilan di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini,” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam menyalurkan kredit, BTN akan membidik lebih dari 170 industri terkait sektor pembangunan perumahan. Hal ini diharapkan bisa memperkuat ekonomi nasional.

“Bahan atau material yang digunakan untuk pembangunan rumah lebih dari 90 persen sudah diproduksi di Indonesia. Jadi, tentunya sektor ini cukup strategis,” ujarnya.
 Selanjutnya