RMco.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini menguat hingga 0,25 persen di posisi Rp 14.895 per dolar AS di pasar spot. 

Penguatan nilai mata uang Garuda, antara lain dipicu oleh Debat Capres AS Donald Trump Vs Joe Biden, yang berlangsung pagi ini waktu Indonesia Bagian Barat.

Debat Capres itu disinyalir memiliki andil terhadap anjloknya indeks dolar AS  terhadap enam mata uang utama lainnya, di kisaran 0,40 persen atau di level 93,8937.

Berita Terkait : Jelang Rilis Data BPS, Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat

Keperkasaan rupiah pagi ini, juga ditunjukkan di depan euro sebesar 0,27 persen di level Rp 17.453. Juga terhadap dolar Australia sebesar 0,31 persen di level Rp 10.593.

Penguatan juga dialami mata uang Asia lainnya. Sebut saja peso Filipina, yang menguat 0,21 persen. Diikuti yuan China 0,11 persen, ringgit Malaysia 0,1 persen, serta dolar Singapura dan won Korea Selatan yang sama-sama menguat 0,09 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi, nilai tukar rupiah hari ini masih berpotensi menguat terhadap dolar AS.

Berita Terkait : Pasar Buru Dolar, Rupiah Galau

Data Indeks Aktivitas Manufaktur China bulan September yang lebih bagus dari proyeksi, bisa memberi sentimen positif ke aset berisiko pagi ini. Termasuk, rupiah.

"Dolar AS juga masih terlihat melemah pagi ini terhadap nilai tukar lainnya. Ini bisa menambah potensi penguatan rupiah terhadap dolar AS," sebut Ariston dalam risetnya, Rabu (30/9).

Ariston menilai, jika terlihat ada potensi pergantian kepemimpinan di AS dalam adu mulut Trump Vs Biden yang masih berlangsung hingga saat ini, pasar akan merespon positif. Aset berisiko, tak terkecuali rupiah, bisa menguat.

Berita Terkait : Dolar AS Menggila, Rupiah Bertekuk Lutut

"Potensi penguatan rupiah hari ini ada di kisaran Rp 14.750-14.950 per dolar AS," tandasnya. [DWI]