RMco.id  Rakyat Merdeka - Mengawali pekan ini, nilai tukar rupiah dibuka di level Rp 14.850 per dolar Amerika Serikat (AS). Atau naik 0,10 persen di posisi dibanding posisi Jumat (2/10), Rp 14.865.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS. Rupee India memimpin penguatan mata uang Asia dengan naik 0,86 persen, dolar Taiwan menguat 0,46 persen, yuan China menguat 0,36 persen, won Korea menanjak 0,25 persen, baht Thailand naik 0,20 persen, ringgit Malaysia menguat 0,10 persen, dolar Singapura juga naik 0,09 persen.

Indeks dolar terhadap mata uang utama dunia turun di 93,71 dari akhir pekan lalu yang ada di 93,84. Nilai tukar rupiah terhadap dolar pun naik sebesar 1,07 persen berada di posisi Rp 17.377, terhadap dolar Australia juga naik 0,86 persen ke posisi Rp 10.645, rupiah terhadap dolar Singapura naik 1,12 persen di level Rp 10.870 dan terhadap yuan China naik 0,99 persen ke level Rp 2.198.

Berita Terkait : Data Deflasi Bikin Rupiah Deg-degan

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi melihat, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini. Pasalnya pada perdagangan Jumat (2/10) ditutup melemah 29 poin ke posisi Rp 14.864 per dolar AS. Rupiah ditutup melemah setelah kabar Presiden AS Donald Trump terinfeksi virus Covid-19 tersiar luas. 

Sentimen Trump sebagaimana diketahui telah membuat kaget pasar keuangan. Trump dan juga first lady Melania Trump terinfeksi Covid-19 sehingga perlu diisolasi. 

"Hal ini bisa berpotensi mengurangi kampanye Trump ke depan yang hanya tinggal waktu 1 bulan," jelas Ibrahim dalam keterangannya, Senin (5/10).

Berita Terkait : Data Ekonomi AS Tokcer, Rupiah Moncer

Dari dalam negeri, resesi ekonomi menurutnya, tinggal menunggu waktu. Namun, ia menilai pemerintah sudah menyiapkan beberapa langkah sehingga isu resesi tidak perlu ditakutkan. 

Hal ini yang membuat pasar kembali optimistis terhadap pasar dalam negeri. "Pemerintah memfokuskan diri terhadap kesehatan masyarakat dengan berbagai macam cara guna untuk menanggulanginya, namun ini semua perlu bantuan dari masyarakat," ujarnya.

Untuk itu dalam perdagangan hari ini rupiah kemungkinan ditutup menguat terbatas sebesar 5-20 poin  di level Rp 14.845-14.930 per dolar AS. [DWI]