RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) menggandeng Royal Vopak (Vopak) mendirikan perusahaan patungan (joint venture) untuk membangun bisnis infrastruktur industri di Cilegon, Provinsi Banten, Indonesia. Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI). 

Chandra Asri dan Vopak akan menjajaki peluang penyimpanan yang menarik di jaringan pasokan, untuk membantu mengembangkan rantai nilai petrokimia yang ada. Dan, membangun fondasi untuk perluasan klaster industri di Cilegon, Provinsi Banten, Indonesia.

Finalisasi LOI ini dan pendirian perusahaan patungan ini tunduk pada syarat dan ketentuan akhir, termasuk peraturan adat dan persetujuan pemegang saham.  

Berita Terkait : Hasil Survei ALFI, Covid-19 Bikin Perusahaan Logistik Babak Belur

Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra menyambut, baik ketertarikan yang ditunjukkan oleh operator kelas dunia seperti Vopak untuk bermitra dengan Chandra Asri. Perseroan menantikan diskusi yang produktif dengan Vopak untuk bersama-sama menjajaki pertumbuhan operasi jetty dan tank farm perseroan yang ada saat ini.

Tujuan kerja sama ini; pertama untuk mengembangkan bisnis jetty dan tank farm baru untuk melayani pelanggan pihak ketiga baru. Kedua untuk mempersiapkan diri menghadapi investasi dan pembangunan infrastruktur pendukung kompleks petrokimia kedua kami. 

“Kami yakin dengan potensi pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia; dan inisiatif ini menandai langkah maju lainnya ke arah tersebut untuk memperkuat skala dan jangkauan bisnis kami, untuk melayani kebutuhan pelanggan kami serta pasar domestik,” ujarnya.

Baca Juga : KARIB PRADI Ajak Masyarakat Tetap Bugar Di Tengah Pandemi Corona

Division President, Vopak Asia & Middle East, Michiel Gilsing mengatakan, perseroan sangat senang dapat bermitra dengan produsen petrokimia terkemuka di Indonesia, Chandra Asri, untuk menjajaki peluang dalam layanan infrastruktur industri ini.

“Kami percaya pada potensi pertumbuhan jangka panjang Indonesia dan potensi kolaborasi ini akan memungkinkan kami untuk berinvestasi lebih lanjut di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai salah satu area fokus pertumbuhan kami,” ujarnya.

Saat ini, Vopak bersama-sama memiliki dan mengoperasikan satu terminal minyak di Jakarta (49 persen kepemilikan) dan satu terminal bahan kimia di Merak (95 persen kepemilikan). [DIT]

Baca Juga : Cegah Corona, Pengusaha Minta Buruh Tak Mogok