RMco.id  Rakyat Merdeka - Mendukung upaya pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berkomitmen mengoptimalkan pemberian restrukturisasi pembiayaan kepada nasabah terdampak Covid-19.

Berita Terkait : Mandiri Guyur Rp 1,25 Triliun Kredit Pembiayaan Produktif ke Adhi Karya

Hingga 31 Agustus 2020 Mandiri Syariah melakukan restrukturisasi pembiayaan kepada 29 ribu nasabah dari 59 ribu potensi nasabah terdampak Covid-19, atau 48,16 persen dari potensi nasabah terdampak dengan outstanding sebesar Rp 7,1 triliun dari total potensi sebesar Rp 12,14 triliun, atau 9,3 persen dari portofolio pembiayaan Mandiri Syariah.

Berita Terkait : Mandiri Catat Permintaan SR013 Capai Rp 1,52 Triliun

"Komposisi segmen nasabah yang telah direstrukturisasi adalah UMKM 44,21 persen dan non-UMKM 51,32 persen dengan wilayah terbesar di pulau Jawa dan Sumatera,” rinci Direktur Risk Management Mandiri Syariah Tiwul Widyastuti dalam keterangannya, Senin (5/10).

Berita Terkait : Mandiri Syariah Raih Penghargaan Market Leadership Award 2020

Tiwul mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 merupakan tantangan bagi semua pihak debitor (Nasabah), kreditor (bank), perusahaan besar atau kecil tidak terkecuali juga pemerintah dan regulator. “Sebagai bank syariah, Mandiri Syariah mengedepankan prinsip adil-seimbang-maslahat. Kami paham semua sedang mengalami tantangan, namun kami harus menjaga kepentingan stakeholders yaitu nasabah, pemegang saham, negara, umat, dan pegawai," ucapnya.
 Selanjutnya