RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) membentuk struktur Satuan Tugas Tender dan Negosiasi Investor/Contractor (Satgas TNIC), yang merupakan gabungan antara Tim Investasi Holding Tim Investasi Subholding terkait, dengan Komite Investasi pada Dewan Komisaris. Agar urusan tender, negosiasi proyek strategis dan penjajakan investor dapat berjalan lebih cepat dan simultan.

SVP Corporate Communication & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menjelaskan, Satgas TNIC dibentuk sesuai dengan hasil rapat bersama Direksi dengan Dewan Komisaris, pada Senin (5/10). 

Berita Terkait : Libur Panjang, Biang Kerok Ledakan Penularan Corona

Pembentukan Satgas TNIC bertujuan mengakselerasi proyek strategis Pertamina dari hulu, kilang, maupun hilir migas. Khususnya dalam proses tender, negosiasi dan penjajakan kerja sama dengan mitra nasional maupun internasional yang kompeten dan kredibel.

Satgas tersebut melibatkan Dewan Komisaris dan Direktur Utama Pertamina, dibantu Komite Audit dan Internal Audit sebagai Dewan Pengawas. Sedangkan Dewan Pelaksana dipimpin oleh Direktur Strategi, Portofolio & Pengembangan Usaha (SPPU), dibantu Direktur Keuangan dan Direktur Utama Subholding Hulu, Refinery & Petrochemical. Serta melibatkan Komite Investasi pada Komisaris.

Berita Terkait : Tatap Muka Sekolah Harus Utamakan Keselamatan Murid

“Pada tingkat operasional, Satgas juga diperkuat oleh Tim Kerja dan Tim Pendukung di tingkat manajemen, yang akan menjalankan fungsi dan peran sesuai arahan dari Dewan Pengawas dan Dewan Pelaksana,” jelas Agus.

Ia menambahkan, kehadiran Satgas TNIC akan memangkas proses pengambilan keputusan. Holding Subholding dan organ Komisaris akan secara bersama - sama melakukan proses pemilihan mitra strategis.
 Selanjutnya