RMco.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja. Menurutnya regulasi ini menjadi solusi atas melonjaknya angka pengangguran di Indonesia.

Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Sosial, Harijanto mengatakan, Indonesia akan menghadapi bonus demografi di tahun 2030. Bonus angkatan kerja baru ini akan menjadi malapetaka bila tak dibarengi dengan pembukaan lapangan kerja. 

Berita Terkait : Kadin Optimis UU Cipta Kerja Bisa Bangkitkan Ekonomi

"Disahkannya kan untuk penciptaan lapangan kerja yang besar. Pengangguran sekarang ada 45 juta orang, kalau tambah 3 juta per tahun, 10 tahun lagi kita bonus demografi 60 juta orang menganggur, kita bisa malapetaka," katanya, Selasa (6/10).

Dari 11 klaster yang ada dalam UU Cipta Kerja, lanjutnya, klaster ketenagakerjaan adalah yang paling disorot. Meski begitu, klaster ketenagakerjaan justru mengakomodir kepentingan para pencari kerja agar mendapatkan pekerjaan dengan upah layak.

Berita Terkait : Dukung Buruh Mogok Kerja, Gatot Dinilai Lagi Cari Panggung

"Daripada terlambat sekarang waktunya rakyat harus diberikan pekerjaan yang formal, layak, bisa terlindungi jaminan sosial serta bisa mendapatkan perlindungan di hari tua pada waktu nanti mereka pensiun," ungkap Harijanto.

Harijanto menilai pengesahan UU Cipta Kerja tak hanya berdampak terhadap buruh, melainkan juga menimbulkan konsekuensi yang harus ditanggung pengusaha. Seperti kewajiban membayar kompensasi dan jaminan bagi buruh.

Berita Terkait : Anak Buah Panas-panasan Di DPR, Bosnya Ngadem Di istana Negara

“Yang tadinya misalkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) itu kita tidak perlu memberikan kompensasi atau tidak ikut BPJS, sekarang harus diikutkan," jelas Harijanto. [UMM]