RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menghormati proses hukum yang telah dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung), dalam mengungkap perkara tindak pidana korupsi pemberian gratifikasi PT Pelangi Putera Mandiri (PT PPM).

Dalam perkara tersebut, mantan Direktur Utama Bank BTN Maryono ditetapkan menjadi tersangka.

“Bank BTN menghormati proses hukum dalam penyelesaian masalah tersebut. Bank BTN akan membantu penegak hukum, dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah” kata Corporate Secretary Bank BTN, Ari Kurniaman di Jakarta, Selasa (6/10).

Baca Juga : Banjir Di Kalbar, PLN Berhasil Operasikan Kembali 23 Gardu Terdampak

Dijelaskan, BTN memberikan kredit kepada PT PPM pada tahun 2014. Sedangkan kredit kepada PT Titanium Property (PT TP), diberikan pada tahun 2013.

Menurutnya, coverage terhadap pemberian kredit kepada dua perusahaan tersebut masih lebih tinggi. Sehingga, aman dari sisi bank dan telah diikat hak tanggungan.

“Kinerja kami tetap akan solid. Apalagi, pemberian kredit kepada dua perusahaan tersebut telah memiliki agunan yang kuat dan telah disiapkan cadangan yang cukup. Sehingga, tetap dapat memberikan layanan terbaik bagi nasabah, dengan senantiasa mengedepankan good corporate governance dalam operasionalnya,” jelas Ari.

Baca Juga : Terpapar Corona, 2 Nakes Di Kabupaten Bogor Meninggal Dunia

Dia mengungkapkan, selama ini BTN sudah bekerja sama dengan Kejaksaan Agung dalam memproses debitur nakal, yang tidak mau membayar utangnya.

"Kami sudah melakukan MoU dengan Kejagung. Bahkan, kami sudah terbantu dengan upaya Kejagung dalam memproses debitur nakal," tegasnya.

Selama ini, BTN telah banyak melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam bisnis proses dan meraih sertifikat SNI ISO 37001:2016 dalam bidang Kredit Komersial (Commercial Lending) & bidang Pengadaan (Procurement).

Baca Juga : Kurangi Impor, Kementan Kembangkan Budidaya Bawang Putih di Probolinggo

ISO 37001:2016 merupakan standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Anti Penyuapan (Anti Bribery Management System).

Sertifikasi yang diperoleh BTN tersebut menegaskan komitmen kepatuhan Bank BTN terhadap implementasi Undang-Undang No.28 Tahun 1999 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Sertifikat SNI ISO 37001:2016 sangat berarti bagi Bank BTN, dalam melakukan transformasi perusahaan menuju The Best Mortgage Bank in South East Asia, yang kita targetkan pada Tahun 2025," tandas Ari. [HES]