RMco.id  Rakyat Merdeka - Aksi demonstrasi besar menolak pengesahan Rancangan Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja dipastikan tidak mengganggu investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Sampai hari ini belum ada investor membatalkan investasi  gara-gara demo atau mengganggu iklim investasi, belum ada. Insya Allah ini landai-landai saja, kita berdoa yang terbaik agar demonya selesai," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/10).

Berita Terkait : BI: Kinerja Industri Pengolahan Mulai Membaik

Menurut Bahlil, sebagai mantan aktivis, demonstrasi merupakan instrumen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi di negara demokrasi. 

Demonstrasi juga dijamin dalam konstitusi. Namun, ia mengingatkan agar aksi tersebut tidak anarkis dan tetap menjaga ketertiban.

Baca Juga : Guardiola Nggak Terima Sepakbola Dianggap Biang Penyebaran Corona

Dia teringat ketika pada 1998 saat dirinya sempat ditahan polisi karena melakukan aksi demo. Kala itu, ia menjabat sebagai ketua senat.

" Demo itu instrumen menyampaikan aspirasi dan sebagai negara demokrasi yang dijamin UU.  Saya pikir silakan saja yang penting demo harus baik, menjaga ketertiban, kemudian bisa jangan sampai anarkis karena negara kan dalam kondisi semua semua karena Covid-19," katanya.

Baca Juga : Arsenal Vs Newcastle United, Benteng Gudang Peluru Keropos

Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan 153 perusahaan siap masuk Indonesia setelah Undang-Undang Cipta Kerja disahkan."Dengan 153 perusahaan tersebut otomatis akan banyak menampung lapangan pekerjaan," katanya. [NOV]