YLKI Kecam Kenaikan Tarif Diam-Diam Damri Bandara Soetta

Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengecam kenaikan tarif diam-diam Damri Bandara Soekarno-Hatta, sebesar Rp 5.000. Apalagi, ternyata, tarif tersebut sudah diberlakukan sejak Januari 2019.

"Kenapa kita sebut diam-diam, karena nyaris tak ada sosialisasi yang dirasakan konsumen. Banyak keluhan dan pertanyaan konsumen terkait hal itu. Ketika hal tersebut ditanyakan, kondektur bus Damri Bandara bilang, kenaikan itu sudah dilakukan sejak awal tahun. Artinya per Januari 2019," kata Tulus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/3).

Berita Terkait : Harun Masiku Nggak Lewat Jalur Khusus, Saat Tiba di Bandara Soetta 7 Januari Lalu

Menurut pengamatan konsumen di lapangan, tidak ada informasi terkait hal itu. Baik di loket pembayaran, atau di kabin bus Damri.

Jika hal itu benar, YLKI sangat menyesalkan hal tersebut. Tulus menilai, itu sama saja tidak menghargai hak konsumen, yang dijamin di dalam UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Berita Terkait : AirNav Indonesia Operasikan Landasan Pacu Ketiga Bandara Soekarno-Hatta

Dalam Pasal 4 UU Perlindungan Konsumen disebutkan, konsumen mempunyai hak atas informasi yang jelas, jernih dan jujur saat menggunakan barang dan atau jasa.

"Informasi yang dimaksud, tentunya bukan sekadar adanya informasi kenaikan tarif. Tapi, lebih ke persoalan mengapa tarifnya dinaikkan? Itulah yang tidak dilakukan oleh manajemen Perum Damri," papar Tulus.
 Selanjutnya