RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan usaha milik desa (BUMDes/BUMDesma) dianggap memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi desa yang terdampak pandemi Covid-19. 

Pelaksana Tugas Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Taufik Madjid mengatakan, pandemi Covid-19 membuat seluruh sektor ekonomi nasional terdampak.

Berita Terkait : Kementan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional melalui Food Estate

Menurutnya, untuk mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional maka desa harus berperan aktif. "Selain mendorong ketahanan pangan masyarakat dan padat karya tunai desa yang tak kalah penting juga adalah optimalisasi peran BUMDes/BUMDesma dalam pemulihan ekonomi," ujarnya dalam acara sosialisasi peran BUMDes/BUMDesma dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Sabtu (17/10).

Apalagi, kata Taufik, setelah disahkannya UU Cipta Kerja, BUMDes/BUMDesma sudah jelas badan hukumnya. Jadi, akan lebih mudah dalam memberikan pendampingan, permodalan, hingga akses pasar dan paling penting dalam mensinergikan dengan lembaga perbankan dalam hal pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini.

Baca Juga : Kasus Positif Naik 4.301, Totalnya Kini 357.762

Selain itu, kata Taufik, untuk semakin memperkuat BUMDes/BUMDesma, menindaklanjuti MoU antara Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendirikan Lembaga Keuangan Mikro, Lembaga Keuangan Mikro Syariah atau Bank Wakaf Mikro.

"Tujuannya agar kita bisa membantu masyarakat mempunyai akses pembiayaan untuk modal kerja atau untuk usaha-usaha mereka dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini pada level desa dan kecamatan," jelasnya. [KPJ]