RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Singapura akan mengimplementasikan penuh Travel Corridor Arrangement (TCA) atau Reciprocal Green Lane (RGL) pada 26 Oktober mendatang.

Skema ini khusus bagi WNI dan warga negara Singapura yang ingin melakukan perjalanan bisnis mendesak, perjalanan diplomatik dan kedinasan.

Berita Terkait : Terapkan Aturan Ketat, Pintu RI-Singapura Dibuka

Terkait hal ini, Bandara Soekarno-Hatta sebagai satu-satunya bandara yang menjadi pintu masuk TCA/RGL Indonesia – Singapura telah melakukan sejumlah persiapan. Di antaranya, menetapkan alur khusus bagi penumpang pesawat yang memanfaatkan skema ini.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, sejumlah ketentuan yang disepakati kedua negara akan diterapkan sebagai suatu prosedur keberangkatan dan kedatangan.

Berita Terkait : PSBB Transisi DKI Kerek Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

“Sejumlah check point akan dilalui oleh penumpang rute Indonesia – Singapura yang memanfaatkan jalur TCA/RGL ini, Prosedur yang diterapkan, fokus pada aspek kesehatan,” ujar Muhammad Awaluddin.

Berikut alur keberangkatan traveler di Bandara Soekarno-Hatta dalam skema TCA/RGL di rute Indonesia – Singapura:

Berita Terkait : Bandara Soekarno-Hatta Fokus Matangkan 3 Persiapan

1. Traveler melalui thermal scanner di terminal penumpang pesawat

2. Traveler menuju counter check in maskapai, untuk kemudian menunjukkan hasil test PCR yang berlaku 72 jam dan kemudian melakukan verifikasi aplikasi e-HAC (electronic health alert card)
 Selanjutnya