RMco.id  Rakyat Merdeka - Gojek menambahkan fitur baru. Namanya Lapor Ofik (Order Fiktif). Fitur ini diluncurkan untuk menekan kasus penipuan yang selama ini banyak merugikan mitra driver

Head of Driver Operations Trust dan Safety Gojek, Kelvin Timotius mengungkapkan, Fitur baru ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan mitra Gojek dalam bekerja, serta pengguna Gojek secara umum dalam mengakses layanan. 

“Keberadaan order fiktif makin ke sini kian meresahkan dan merugikan mitra driver. Karena itu kami meluncurkan fitur Lapor Ofik Gak Pake Lama, fitur ini layanan khusus untuk menekan kasus penipuan,” ungkap Kelvin dalam diskusi virtual, kemarin. 

Dia menjelaskan, lewat fitur baru, para mitra diberikan kemudahan dalam melakukan pengaduan. Seluruh pengemudi bisa langsung melaporkan order fiktif langsung dari aplikasi mereka sendiri. 

“Jadi begitu ada kasus, bisa dilaporkan tanpa menelpon call center dulu,” jelas Kelvin. 

Baca Juga : Menkeu Bilang Masih Kecil Dibandingkan Negara Maju

Dia menuturkan, fitur baru Gojek ini telah memanfaatkan kecanggihan machine learning dan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Sehingga, tidak sampai 10 menit setelah laporan dibuat melalui aplikasi, sistem akan secara otomatis membatalkan order fiktif. 

Tidak cuma fitur baru, Kelvin mengatakan, pihaknya melakukan pembaharuan teknologi yang bisa mendeteksi perangkat ilegal. 

Hal ini dilakukan untuk mendukung iklim bisnis yang sehat, dengan cara mencegah munculnya penggunaan perangkat ilegal seperti Fake GPS, dan Mod App (aplikasi modifikasi). 

Ditegaskannya, mitra driver yang terbukti menggunakan aplikasi ilegal secara otomatis akan terkena sanksi.

“Bila ada mitra melakukan pelanggaran itu, secara otomatis akan terkena sanksi mulai dari penonaktifan akun sementara, sampai dengan pemutusan kemitraan,” tandasnya. 

Baca Juga : Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Pilkada Menang

Kelvin menambahkan, pihaknya telah menggandeng kepolisian untuk membantu menekan tindak kejahatan digital. 

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dhany Aryanda mengamini teknologi dipakai Gojek bisa mempercepat mendeteksi penggunaan aplikasi terlarang. 

“Berkat kolaborasi ini, kami berhasil menangkap sindikat kriminal pembuat aplikasi ilegal yang beroperasi di Jabodetabek,” ungkapnya. 

Berdasarkan hasil investigasi, lanjut Dhany, tersangka menawarkan perangkat ilegal hasil modifikasi, sebagai aplikasi yang seakan-akan kebal penangguhan atau dikenal anti-suspend. 

“Mereka juga mengiming-imingi aplikasi ilegal tadi bisa menghasilkan banyak orderan. Padahal tidak,” katanya. 

Baca Juga : Satgas Waspadai Kasus Covid Di Jawa Tengah, Bali Dan Papua

Pakar Information technology (IT) dan Ahli Keamanan Digital dari Swiss German University Charles Lim menilai, terobosan Gojek ini sangat penting.

Menurutnya, fenomena aplikasi ilegal seperti perlombaan dalam hal inovasi digital, antara industri jasa transportasi online dengan pelaku kejahatan. 

“Dalam situasi pandemi, masyarakat semakin intens menggunakan platform digital dalam kesehariannya. Maka perlu perlindungan lebih,” tuturnya kepada Rakyat Merdeka. 

Dia menilai, maraknya penggunaan aplikasi modifikasi ilegal disebabkan kurangnya pemahaman atau literasi masyarakat, khususnya mitra driver. Karenanya, edukasi dari Gojek perlu ditingkatkan lagi. [JAR]