RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 1.620 relawan telah mendapatkan suntikan pertama vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China, setelah dilakukan  uji klinis di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, pengadaan vaksin Covid -19 untuk Indonesia, telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu 170 juta jiwa. Atau sekitar 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Berita Terkait : Wapres Jamin MUI Terlibat Kehalalan Vaksin Covid-19

Berarti, Indonesia memerlukan vaksin sebanyak 340 juta dosis dalam waktu setahun.

"Ini merupakan program besar, sehingga harus dikelola dengan baik sejak awal. Mulai dari uji klinis fase tiga, produksi hingga distribusi dari Bio Farma, mulai tingkat provinsi sampai dengan tingkat puskesmas, termasuk tenaga kesehatan yang memberikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat," kata Honesti.

Berita Terkait : Anies Paling Siap Tangani Covid-19

"Program Vaksinasi Covid-19 harus dikawal sebaik mungkin oleh seluruh pemangku kepentingan. Sehingga, masyarakat yakin bahwa vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada mereka, sudah sesuai dengan peraturan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan), yang pada akhirnya bisa menghentikan penyebaran virus Covid-19," tambahnya.

Beberapa waktu lalu, Bio Farma dan BPOM melakukan inspeksi ke beberapa site uji klinis fase tiga vaksin tersebut di Bandung.
 Selanjutnya