RMco.id  Rakyat Merdeka - Meski di tengah pandemi Covid-19, kabar positif di dunia investasi kembali datang ke Tanah Air. Pertama, pabrik ponsel pintar asal China, Oppo, akan membangun pabrik di Tangerang. Lalu, pabrik sepatu Adidas siap membangun pabrik di Pati, Jawa Tengah.

"Alhamdulillah, Kota Tangerang, ada investor yang cukup besar, mau buka lapangan kerja. Ada (pabrik ponsel) Oppo kurang lebih 8.000 lapangan kerja," ujarnya, dikutip Kompas, Kamis (15/1/2020).

Arief mengatakan, kemungkinan penyerapan tenaga kerja juga akan bertambah. Mengingat pabrik smartphone tersebut juga akan membawa suplier mereka ke Kota Tangerang. "Dia juga menarik supliernya. Kalau kemarin ekspose, dia bikin pabrik 8.000 (tenaga kerja), suplier kita sedang jajaki," katanya.

Baca Juga : Ayo, Bangkit Los Blancos!

Adapun tenaga kerja yang akan diserap dari jenjang Sekolah Menengah Atas dan Sarjana. "Kemarin mereka butuhnya 8.000 tenaga SMA untuk asembling, sarjana kurang lebih 100 ya," tutur Arief.

Dengan hadirnya pabrik ponsel pintar asal China tersebut, Arief berharap bisa memulihkan perekonomian di Kota Tangerang. Sekaligus, lanjut Arief, bisa menjadikan Kota Tangerang sebagai pusat industri elektronik di Indonesia.

"Kita berharap Tangerang nantinya jadi pusat industri elektronik," kata dia. Arief menambahkan, wilayahnya memang strategis yang bisa menarik perhatian investor. Kondisi itu yang menjadi nilai tambah meski Upah Minimum Kota di Kota Tangerang relatif tinggi.

Baca Juga : SAPMA Pemuda Pancasila Bagikan Beras Dan Masker Ke Warga Sekitar Gedung DPR

"Karena daerah perlintasan itu, Tangerang paling strategis," kata dia.

Arief mengatakan, investor tertarik karena Bandara Soekarno-Hatta berada di Kota Tangerang. Selain itu, Kota Tangerang terhubung dengan beragam akses jalan tol, yakni Tol Bandara Soekarno-Hatta dan Tol Jakarta-Merak.

"Ke depan ada Tol Sunter-Semanan-Balaraja melintas di Kota Tangerang," tutur dia. Itulah sebabnya, kata Arief, investor yang memang ingin menggarap pasar Indonesia, Tangerang bisa jadi pilihan pusat bisnis mereka.

Baca Juga : Bawa Investasi Rp 8 Triliun, 11 Perusahaan Siap Masuk Kepri

"Walaupun UMK cukup tinggi, dia (investor) mempertimbangkan logistik yang lebih murah karena akses mudah kemana-mana," kata Arief.
 Selanjutnya