RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah kudu hati-hati, ingin mendorong semua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melantai di bursa saham. Antara lain,harus memastikan dahulu kinerja perusahaan Pelat Merah dalam keadaan baik.

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengamini untuk mendapatkan modal, memang akan lebih cepat didapat lewat aksi melepas saham ke publik.

Namun jika tujuan Initial Public Offering (IPO) untuk mengalahkan atau menyaingi Temasek Holdings dan Khazanah Nasional Berhad, masih butuh waktu.

Baca Juga : Menteri Uno Dukung Pembangunan Homestay Untuk Gejot Wisata Mandalika

“Kalau semua BUMN IPO, belum tentu bisa langsung mengalahkan Khazanah dan Temasek. Karena, harus kita lihat kinerja dan produktivitas BUMN, Saya kira masih butuh waktu untuk mencapai itu,” jelas Esther kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Esther menyarankan pemerintah tidak terburu-buru mendorong BUMN melepas sahamnya ke publik hanya demi meningkatkan valuasinya. Pemerintah perlu mempertimbangkan dulu kondisi pasar saat ini.

Apakah tepat dilakukan di tengah pandemi. Kemudian, harus melihat kinerja BUMN lebih dalam. Menurutnya, kinerja BUMN yang bagus tentu sudah tidak mengalami kerugian alias sudah memperoleh keuntungan.

Baca Juga : Awas, Limbah Eks Pasien Covid Picu Masalah Baru

“Jika IPO dilakukan sekarang, mungkin akan dapat tambahan modal. Tetapi tidak valuasi BUMN. Karena, nilai suatu BUMN bagus atau tidak tergantung kinerjanya,” imbuhnya.

Lebih jauh, Esther mengingatkan, untuk IPO, BUMN harus menyiapkan regulasi-regulasi perlindungan terhadap kepemilikan negara. Sebab, jika sudah menjadi perusahaan terbuka, maka bukan tidak mungkin investor asing mengincar saham BUMN.

Dia menambahkan, proses untuk IPO membutuhkan waktu tidak sebentar. Menurutnya, untuk menuju itu, Kementerian BUMN lebih baik membenahi dahulu kinerja perusahaan pelat merah yang masih kedodoran.

Baca Juga : Suharso Dan Prabowo Bahas Pemulihan Ekonomi Dan Nuklir

“Jadi kapan waktu IPO yang tepat? Ya saat sebuah perusahaan sudah menghasilkan laba yang positif,” ujarnya.
 Selanjutnya