RMco.id  Rakyat Merdeka - Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 1107 rute Jakarta-Yogyakarta menabrak layang-layang saat akan melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta pada Jumat (23/10) pukul 16.47 WIB. 

VP Corporate Secretary & CSR PT Citilink Indonesia , Resty Kusandarina menjelaskan, pesawat dengan tipe pesawat ATR 72-600 tersebut terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Yogyakarta dengan nomor penerbangan QG -1107. 

Menurutnya, pilot Citilink telah melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan baik kepada pihak menara setempat guna menyampaikan kondisi banyaknya layang-layang yang terbang di wilayah area bandara pada saat akan melakukan pendaratan. 

Baca Juga : Ikhlaskan, Insya Allah Syahid

"Kondisi saat ini seluruh kru dan penumpang telah mendarat dengan selamat," katanya dalam keterangan resminya, Sabtu (24/10). 

Tim teknik Citilink, kata Resty, telah melakukan pemeriksaan seluruh bagian pesawat secara intensif dan dapat disampaikan bahwa tidak ada kerusakan pada pesawat tersebut dan telah layak untuk beroperasi kembali.  

"Kami ucapkan terima kasih kepada pihak bandara yang telah memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar terhadap bahaya bermain layangan di sekitar area bandara," ujarnya. 

Baca Juga : Komisi I : Tiru Bu Susi Dong, Tangkap Dan Tenggelamkan

Saat ini, Citilink akan terus berkoordinasi lebih lanjut terhadap pihak bandara dan stakeholdersatas kejadian ini, khususnya untuk bersama-sama menjunjung tinggi dalam menjaga aspek keselamatan dan keamanan penerbangan sehingga diharapkan kejadian ini tidak terjadi kembali.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama menegaskan, kejadian itu tidak sampai menimbulkan kerusakan pesawat dan mengganggu keselamatan penumpang. Pesawat yang membawa 54 penumpang serta lima awak kabin dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta itu dapat mendarat dengan selamat.

"Pesawatnya masih bisa mendarat dengan mulus. Setelah dicek oleh tim GMF (Garuda Maintenance Facility) tidak terjadi kerusakan," katanya.

Baca Juga : Awas Zoonosis!

Menurut Pandu, satu roda pesawat Citilink tersangkut layang-layang saat terbang mendekati landasan Bandara Adisutjipto pada ketinggian 1.000 kaki.

Pandu berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua. "Ini sangat berbahaya apabila menyangkut di propeller, karena propeller ini kan mesin penggeraknya supaya pesawat bisa terbang," tegasnya. [KPJ]