RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) menilai penghapusan biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) merupakan terobosan besar untuk membangkitkan kembali sektor penerbangan dan pariwisata.

President Director Angkasa Pura ll, Muhammad Awaluddin mengatakan, stimulus tersebut sudah ditunggu-tunggu oleh industri penerbangan. Dia menilai, manfaat stimulus tersebut ada tiga, yaitu membantu industri penerbangan, meningkatkan pertumbuhan bisnis dan UMKM, serta mendorong ekonomi daerah.

"Pemerintah dengan sangat konkrit mengeluarkan stimulus tujuannya mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan terobosan membantu industri penerbangan," katanya dalam diskusi virtual, Sabtu (23/10).

Awaluddin mengaku berkomitmen memaksimalkan stimulus yang diberikan pemerintah di Bandara Soekarno Hatta, Kualanamu, Halim Perdanakusuma, Silangit dan Banyuwangi. 

Berita Terkait : Angkasa Pura II Siapkan Tiga Jurus Jitu Bangkitkan Bisnis Penerbangan

"Yang jelas pemberian kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus PSC ke 5 bandara tersebut sudah tepat. Karena, pergerakan penumpang di 5 bandara itu mencerminkan 75 persen total pergerakan penumpang di 19 bandara Angkasa Pura II," jelasnya.

Awaluddin mengungkapkan, ada 3 strategi untuk memanfaatkan stimulus tersebut. Pertama, memastikan ketersediaan slot penerbangan di bandara. Menurutnya, Angkasa Pura II secara aktif berkoordinasi dengan maskapai. 

"Apa yang dibutuhkan maskapai, akan kami upayakan bisa dipenuhi khususnya terkait dengan slot penerbangan. Misalnya, kami akan tetap membuka bandara jika ada penerbangan malam hari yang landing di luar waktu operasional yang diumumkan. Artinya, kami memastikan tersedianya slot bagi maskapai," tuturnya.

Kedua, berkoordinasi dengan maskapai untuk meningkatkan rute dan destinasi. 

Berita Terkait : Di Penghujung Tahun 2020, Trafik Penumpang Angkasa Pura I Naik 11 Persen

Harapan dari adanya stimulus ini adalah harga tiket pesawat menjadi lebih rendah. Jadi, momen yang tepat bagi bandara dan maskapai untuk membuka kembali rute domestik yang sempat ditutup di tengah pandemi. 

Ketiga, kata Awaluddin, berkoordinasi dengan maskapai untuk meningkatkan frekuensi penerbangan. Adapun, dengan stimulus PSC dari pemerintah ini, diperkirakan pergerakan penumpang dan pergerakan pesawat akan meningkat. 

Pada Oktober, diperkirakan penumpang di 5 bandara penerima stimulus PSC sebanyak 1,45 juta dan setelah adanya stimulus PSC diprediksikan meningkat 20 persen pada November menjadi 1,74 juta orang. 

Kemudian perkiraan penumpang pada Desember dapat mencapai 2,5 juta penumpang atau meningkat sekitar 44 persen dibandingkan dengan November. Khusus di Bandara Soekarno Hatta, penumpang pada Oktober diperkirakan 1,15 juta orang, lalu pada November naik menjadi 1,35 juta orang dan pada Desember kembali meningkat ke 1,93 juta orang. 

Berita Terkait : Nataru, Trafik Penumpang Di Bandara Angkasa Pura I Tembus 1,4 juta Penumpang

"Kami berterima kasih kepada pemerintah dan akan memanfaatkan stimulus PSC ini dengan baik sehingga dapat optimal dalam mendukung proram Pemulihan Ekonomi Nasional," ucapnya. [KPJ]