RMco.id  Rakyat Merdeka - Aksi boikot produk asal Prancis di beberapa negara, termasuk Indonesia turut mempengaruhi salah persepsi terhadap beberapa produk yang lahir dan besar di Indonesia, seperti susu anak SGM dan air kemasan merek AQUA.

"AQUA dan SGM lahir di Indonesia. Kami akan terus beroperasi dengan tetap menyediakan produk-produk yang sejak awal memang lahir, dibesarkan dan tetap diproduksi di Indonesia," ungkap Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin dalam siaran pers yang diterima RMco.id, Selasa (3/11).

Berita Terkait : GeNose Kebanjiran Order, Menteri Bambang Minta Kapasitas Produksi Dan Kualitas Digenjot

Arif menjelaskan, susu anak SGM yang lahir di tahun 1965, pada saat suasana politik diwarnai ketegangan domestik dan persaingan politik global. Saat itu, ekonomi Indonesia dalam suasana krisis, ditandai inflasi yang tinggi.

Formula susu SGM pertama kali dibuat oleh tiga orang Profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) yang dipimpin Profesor Palenkahu, dan seorang ahli gizi dari RS Cipto Mangunkoesoemo (RSCM).

Berita Terkait : SEAQIL Jadikan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Program Prioritas 2021

SGM diproduksi secara massal di Pabrik Sarihusada Yogyakarta sejak 1968. Dalam sejarahnya, perusahaan Sarihusada berganti-ganti kepemilikan. Namun, produk SGM tetap dan terus diproduksi di Pabrik Yogyakarta.

Sejak tahun 1997 produksi juga dilakukan di Pabrik Prambanan. Bisa dibilang, susu SGM merupakan pelopor susu anak di Indonesia. Hingga saat ini, susu tersebut terus menjalankan misinya menjadi susu anak yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak Indonesia, dengan harga terjangkau.

Berita Terkait : Fatwa MUI: Vaksin Sinovac Halal Dan Suci

Sementara AQUA, juga merupakan salah satu ikon produk nasional. AQUA menjadi pionir produk air minum dalam kemasan yang lahir di tahun 1973.
 Selanjutnya