RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto tidak terlalu resah dengan resesi ekonomi yang sedang dialami negeri ini. Sebab, kondisi Indonesia masih lebih baik dibandingkan banyak negara. Selain itu, kini sudah masuk masa pemulihan.

Airlangga yakin pemulihan ekonomi akan terus berlangsung hingga tahun 2021. “Kita yakin pemulihan ekonomi terus meningkat. Hal terlihat dari berbagai indikator kinerja ekonomi nasional yang terus membaik,” ungkap Airlangga di Jakarta, baru baru ini.

Dipaparkannya, peningkatan aktivitas ekonomi terlihat dari menggeliatnya industri manufaktur, yang mana Purchashing Manager Index (PMI)-nya diharapkan berada di atas 50 (ekspansif).

Selain itu, industri dasar dan aneka industri alami kenaikan 50 persen dibanding Maret 2020. Perbaikan tak hanya di sektor riil, tapi juga di pasar modal dan sektor keuangan.

Berita Terkait : Menko Airlangga Paparkan 3 Faktor Kunci Akselerasi Ekonomi RI 2021

Indeks Harga Saham Gabungan sudah menyentuh level 5.159 dan kurs rupiah sudah mencapai Rp 14.585 per 3 November. “Kami optimistis pertumbuhan ekonomi akhir tahun akan lebih baik,” imbuhnya.

Jika prediksi itu, terealisasi, lanjut Airlangga, maka Indonesia akan memasuki tren pertumbuhan ekonomi positif. Meskipun secara tahunan tetap akan negatif. Kondisi itu membuat Indonesia bakal lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga.

Misalnya, Malaysia mengalami kontraksi hingga minus 17 persen, Singapura, minus 13 persen, Filipina minus 16 persen dan India minus 23,9 persen.

Airlangga yakin pemulihan berjalan baik karena penanganan pandemi Virus Corona di Indonesia cukup baik. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah mempersiapkan strategi untuk memulihkan perekonomian nasional.

Berita Terkait : Top, Airlangga Bersedia Donor Plasma Konvalesen

Salah satunya melalui pengadaan vaksin dan penanganan Covid-19. “Selain itu, kami akan mendorong konsumsi masyarakat, khususnya menengah-atas. Ini akan menjadi kunci Indonesia bangkit dari resesi ekonomi,” ujar wanita yang akrab disapa Ani itu.

Ani menuturkan, saat ini konsumsi rumah tangga kelas menengah atas masih terbatas karena kondisi pendemi Virus Corona belum berakhir. Padahal karakter barang konsumsi dari kelompok rumah tangga menengah atas didominasi oleh barang dan jasa yang sensitif terhadap mobilitas.

“Pemberian vaksin secara menyeluruh di Indonesia akan mampu mengembalikan tren konsumsi rumah tangga. Sehingga perbaikan diharapkan dan diyakini akan terjadi pada kuartal IV-2020 dan seterusnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 minus 3,49 persen.

Berita Terkait : Wujud Syukur, Airlangga Donorkan Plasma Darah Konvalesen

Dengan minus dua kali berturut-turut maka perekonomian Indonesia, bisa disimpulkan telah alami resesi. [NOV]