RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meminta pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus aktif berinovasi dan meningkatkan efisiensi produksi untuk memacu kinerja sektor pangan nasional. Presiden juga berharap model kemitraan inclusive closed loop terus dikembangkan.

“Inisiatif Kadin berupa Inclusive Closed Loop perlu terus dikembangkan, terutama dalam mengembangkan kemitraan antarpemangku kepentingan yang saling menguntungkan dari hulu sampai ke hilir,” kata Jokowi saat membuka Jakarta Food Security Summit ke-5 di Jakarta, Rabu (18/11).

JFSS-5 berlangsung pada 18-19 November 2020. Dalam JFSS kali ini Kadin mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani, Peternak, dan Nelayan.” 

Berita Terkait : Kadin Optimis Kinerja Sektor Perikanan dan Kelautan Membaik

JFSS sudah diawali sejak 2010 dan telah dilakukan empat kali pada 2010, 2012, 2015 dan 2018. JFSS ini bertujuan untuk menggerakkan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, peternak dan nelayan.

Jokowi memastikan, pemerintah siap terus mendukung berbagai inisiatif kolaboratif seperti inclusive closed loop yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, hingga off taker. Beberapa inisiatif yang sedang berjalan seperti penerapan inclusive closed loop di lahan pertanian cabai di Garut, Jawa Barat dan industri minyak sawit perlu terus diperbaharui agar produktivitas dan nilai tambah petani semakin meningkat.

“Inclusive closed loop juga perlu direplikasi dan diperbanyak ke daerah-daerah lainnya,” ujarnya. 

Berita Terkait : Jokowi, Pemimpin Dunia Pertama Yang Disuntik Vaksin Covid Sinovac

Beberapa tahun lalu, Presiden Jokowi meminta Kadin untuk memberi pendampingan kepada 1 juta petani swadaya. Pendampingan tersebut sebagai upaya untuk memperkuat inisiatif kolaboratif di sektor pangan. 

“Saya mendengar pada awal 2020 sudah dilakukan, dan saya menunggu komitmen pendampingan 2 juta petani swadaya pada 2023,” kata Jokowi. 

Pemerintah berharap model bisnis kolaboratif yang inklusif tersebut dapat mendukung sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi baru. Tak hanya itu, closed loop juga selayaknya dapat membuka lebih banyak lapangan kerja yang menjadi sumber kesejahteaan seluruh masyarakat Indonesia. [DIT]