RMco.id  Rakyat Merdeka - Koperasi-koperasi sektor produksi bermitra diminta berkolaborasi dengan berbagai macam e-commerce maupun pemasaran digital, agar komoditi yang dihasilkan bisa terserap pasar dengan harga yang bagus bagi petani.

Salah satunya dengan startup TaniHub yang concern memasarkan hasil produksi petani lokal ke masyarakat, mulai dari buah hingga sayur mayur.

Berita Terkait : Produk Halal Jadi Peluang Besar UMKM Dalam Pasar Digital Di Era Pandemi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap, koperasi-koperasi produk petani bisa memiliki pasar yang lebih luas. "Jadi, petaninya bisa fokus menghasilkan produk yang berkualitas," imbuhnya dalam keterangan, Minggu (22/11).

Menurutnya, model bisnis seperti ini harus terus dikembangkan. Ia ingin bagaimana para petani yang memiliki lahan sempit, sekitar setengah hektar, tapi bisa masuk dalam skala ekonomi besar.

Berita Terkait : 10 Usaha Produk Lokal Raih UKM Award 2020

Salah satu yang bisa dicontoh katanya, model bisnis model yang dikembangkan TaniHub ini merupakan satu lompatan besar membangun bisnis pertanian yang melibatkan banyak orang.

Ia meyakini bila pasar komoditinya sudah ada yang menjamin atau membeli, lembaga pembiayaan pun bakal mau membiayai. "Lembaga keuangan tidak akan ragu-ragu lagi, karena produknya sudah ada yang menyerap," katanya.

Berita Terkait : Tingkatkan Produksi Beras, Kementan Dukung Purwakarta Tanam Padi Gogo Di Lahan Eks Tebangan

Dengan infrastruktur yang lengkap yang sudah dimiliki TaniHub, Teten pun mendorong petani (melalui koperasi) bisa bermitra dengan TaniHub. Langkah ini juga untuk mewujudkan program korporatisasi pertanian.

"Ekosistem yang sudah dibangun TaniHub tersebut merupakan bisnis model yang terkonsolidasi. Ini juga bisa dikembangkan ke sektor lain seperti perkebunan, perikanan, peternakan, dan sebagainya," kata Teten.
 Selanjutnya