Program Senin Diongkosin

Jasa Marga Gratiskan Ribuan Penumpang KRL

KRL Commuter Line. (Foto: Twitter Info Commuter Line).
Klik untuk perbesar
KRL Commuter Line. (Foto: Twitter Info Commuter Line).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di hari pertama program "Senin Diongkosin Jasa Marga" Senin (18/3), PT Jasa Marga Tbk memberi ongkos kepada 4.715 penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter Liner.Jumlah di atas merupakan akumulasi dari 3 stasiun di Bekasi.

Dari data yang diterima dari  PT Jasa Marga di hari pertama penumpang paling banyak diongkosi berada di Stasiun Bekasi mencapai 3.168 orang, Stasiun Kranji 1.085 orang, dan Stasiun Cikarang 462 orang.

Disampaikan AVP Corporate Communication PT Jasa Marga,  Dwimawan Heru mengatakan program ini hanya diberlakukan pada jam-jam padat atau rush hour, yaitu pada pukul 05.00-09.00 WIB dan sore pukul 16.00-20.00 WIB.

Baca Juga : Tinggikan Pintu Stasiun MRT

"Setiap hari Senin, hanya berlaku untuk satu nomor Kartu Multi Trip (KMT)," tambah Dwimawan.

Sementara itu Kepala Stasiun Bekasi, Endarno, Selasa (19/3) mengatakan, ada peningkatan penumpang yang melakukan top up KMT di stasiun Bekasi dibanding hari Senin sebelumnya. "Jam sibuk pagi meningkat 400 penumpang," kata Endarno.

Lebih lanjut Endarno mengatakan Senin sebelumnya, pada pukul 04.30 hingga pukul 08.45 WIB jumlah penumpang yang top up KMT sebanyak 1.200 orang, namun pada Senin kali ini dalam periode yang sama jumlah penumpang top up kartu tersebut mencapai 1.600 orang.

Baca Juga : Masyarakat Rame-rame Nolak Larangan Dokumentasi Persidangan

"Tapi, kalau untuk penumpang masih sama dibandingkan sebelumnya," kata dia. Sejumlah penumpang mengaku senang. Namun, umumnya mereka adalah pengguna KRL, bukan pindahan dari angkutan umum atau pribadi yang menggunakan jalan tol.

"Lumayan sampai April diongkosin setiap Senin," ujar Ayu, warga Bekasi Jaya, Bekasi Timur. Ada pula yang mengkritik kebijakan memberikannya subsidi. Alasannya, pengguna kereta commuter line setiap hari sudah sesak.

Dikhawatirkan dengan adanya program itu selama 2 bulan ke depan malah semakin menambah kepadatan di dalam gerbong.

Baca Juga : Pemprov Gerak Cepet Dong Angkut Sampah Sisa Banjir

"Seharusnya bukan kereta, karena penumpang sudah penuh," kata Yusuf, pengguna KRL asal Rawalumbu. Program Senin diongkosin Jasa Marga untuk memindahkan pengguna kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek yang macet akibat pembangunan jalan tol.

Menurut Yusuf, program itu lebih tepat diberlakukan untuk angkutan bus di sekitar gerbang tol. "Dipindah ke KRL justru menambah beban," ujarnya. [SRI]