RMco.id  Rakyat Merdeka - Niatan mendorong pemaknaan ajaran Islam yang tepat dengan terlebih dulu membaca Al Quran dan memahaminya dengan baik, melatarbelakangi dukungan Sinar Mas terhadap inisiatif Lampung Jejamo menggagas Desa Cinta Alquran di Lampung. “Apa yang dilakukan oleh Lampung Jejamo, selaras dengan komitmen kami memperluas ketersediaan Alquran di masyarakat,” kata Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin usai mewakafkan 400 mushaf Alquran berikut 200 Juz Amma kepada Ketua Umum Lampung Jejamo, Kurnia Thoha di Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (24/11).

Baca Juga : KPK Panggil Lagi Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Medan

Saleh yang juga menjabat Ketua Yayasan Muslim Sinar Mas mengatakan, ketersediaan mushaf yang memadai di masyarakat adalah dasar dari upaya pemahaman nilai ajaran Islam itu sendiri. Sejak 2008,  Sinar Mas melalui Wakaf Quran untuk Negeri yang didukung penuh Asia Pulp & Paper Sinar Mas, telah mendonasikan sekitar 800 ribu mushaf Alquran, 50.000 buku panduan membaca Alquran dan Juz Amma, dan 300 set Alquran Braille bagi tuna netra. Donasi itu diberikan baik melalui mitra, maupun pilar bisnis Sinar Mas yang tersebar di berbagai wilayah. 

Baca Juga : Lima Bulan Nganggur, Serena Bakal Ayun Raket Lagi Pada Agustus

Dijelaskan, seluruh kertas dalam Alquran yang diwakafkan itu, dicetak menggunakan kertas premium Sinar Tech atau lebih dikenal sebagai Quran Paper (QPP). Jenis kertas ini dikembangkan oleh Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang Mill bagi pencetakan kitab suci dan buku agama. 90 persen produksi Quran Paper tersebut telah diekspor ke berbagai negara Asia dan Afrika. Bahan baku dan proses produksi kertas tersebut, telah memenuhi kaidah kehalalan yang ditetapkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga layak mendapatkan sertifikat halal. 

Baca Juga : Smartfren Raih TCA 2020 Kategori Peduli Masyarakat

Lampung Jejamo adalah paguyuban masyarakat Lampung, yang berdomisili di Jabodetabek dan Banten. Sejak 2016, Lampung Jejamo berinisiatif menggagas Desa Cinta Alquran di sejumlah desa yang berada di Provinsi Lampung. Inisiatif tersebut mereka lakukan antara lain dengan merekrut guru mengaji bagi anak-anak di desa binaan, menyediakan insentif dan kelengkapan mengaji seperti Alquran dan Juz Amma, serta perbaikan sarana peribadatan setempat. [URG]