RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah semakin memperluas akses pemasaran produk UMKM ke luar negeri. Arab Saudi menjadi salah satu negara tujuan ekspor produk UMKM dalam pemenuhan kebutuhan jamaah Haji dan Umroh tahun ini.

Setidaknya ada lima produk unggulan UMKM Tanah Air yang bakal diekspor, yaitu sambal, kecap, kopi, teh dan gula dalam memenuhi kebutuhan sekitar 2 juta jamaah Haji dan Umroh.

Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) terkait optimalisasi peran UMKM dalam memenuhi kebutuhan Haji dan Umroh, yang digelar secara virtual, Rabu sore (13/1).

Baca Juga : Sarat Pengalaman, Jaringan Aktivis Muslim Yakin Komjen Listyo Dilolosin DPR Jadi Kapolri

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, potensi sektor makanan dan minuman (mamin) yang bisa diekspor ke Arab Saudi ini mencapai 66 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 929,2 miliar.

Sementara dari Januari-Oktober 2020 ekspor nonmigas Indonesia mencapai 1,08 miliar dolar AS (Rp 15,20 triliun) atau terkoreksi sebesar 13,5 persen dari 2019. Hal ini lantaran permintaan turun saat pandemi.

Diketahui sejak Feb-Maret 2020 minat terhadap kunjungan bisnis dan wisata menurun karena pandemi Covid. Sementara total perdagangan Indonesia mencapai 8,8 miliar dolar AS (Rp 123,88 triliun) untuk hasil produk migas.

Baca Juga : Kemenhub Bakal Periksa Pesawat Boeing 737 Classic Seluruh Maskapai

"Potensi produk UMKM ke Arab Saudi sangat besar ya. Justru bukan hanya barang-barang keperluan Haji dan Umroh saja, produk lain seperti ikan olahan, bumbu, kertas, perhiasan mudah-mudahan barang ini bisa masuk ke Arab," imbuhnya.

Kerja sama antar kementerian ini pun sudah diinisiasi sejak 2017 lalu. Kemudian di 2020 di mana ketentuan pemerintah terhadap penggunaan produk UMKM di wilayah Kementerian/Lembaga juga diminta untuk optimal.

Menkop UKM Teten Masduki di kesempatan yang sama menuturkan, kerja sama ini membuat UMKM mendapat pasar yang luas dan tepat, bahkan juga pembiayaan, pelatihan, standarisasi produk juga promosi dan akses.
 Selanjutnya