RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) bersinergi dengan Perum Bulog menyerap hasil panen petani yang tergabung dalam Program Agro-Solution. Kerja sama ini jadi salah satu cara untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan.

Direktur Utama Pupuk In­donesia Achmad Bakir Pasaman menjelaskan, Agro Solution adalah program pendampingan intensif kepada petani dan bu­didaya pertanian berkelanjutan, yang melibatkan rantai pasok.

Artinya, lanjut Bakir, program ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penyediaan input pertanian, permodalan, akses terhadap off­taker dan juga asuransi.

Berita Terkait : Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk Untuk Petani Aman

Diharapkan, bisa mendorong kenaikan pendapatan dan kesejahteraan petani. Sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi.

Sebab, penerapan Agro Solu­tion memanfaatkan pupuk non­subsidi. Saat ini, Program Agro Solution telah diimplementasikan di 5.838 hektare (ha) lahan di ber­bagai wilayah di Indonesia.

“Targetnya, tahun ini dapat dilaksanakan di 25 ribu hektare la­han pertanian, baik itu untuk padi, jagung maupun komoditi lainnya,” ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Pupuk Indonesia Jamin Stok Pupuk Untuk Petani

Bakir berharap, target tersebut dapat lebih mudah tercapai dan berkembang dengan bergabung­nya Perum Bulog dalam Program Agro-Solution ini. Karena, kedua perusahaan pelat merah ini bersinergi dalam memfasili­tasi pembelian hasil panen Agro Solution.

“Bulog akan menjadi priori­tas dalam hal penyerapan hasil panen Agro Solution,” katanya.

Untuk diketahui, ruang lingkup kerja sama keduanya, meliputi pembelian hasil panen gabah kering oleh Bulog dari petani Agro Solution di lokasi-lokasi yang terjangkau Rice Milling Unit (RMU), atau Unit Pengantongan (UP) milik Bulog.
 Selanjutnya