RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebagai uang elektronik nasional, LinkAja ikut andil dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) meraih peningkatan pengguna LinkAja hingga 65 persen menjadi 61 juta, dimana 73 persen penggunanya berada di area tier 2 dan 3.

Berbagai program strategis pun dijalankan sepanjang 2020 dan penyesuaian yang tepat di masa pandemi membawa pertumbuhan signifikan bagi perusahaan.

Berita Terkait : Sepanjang Tahun 2020, Adira Insurance Catat Premi Rp 1,94 Triliun

Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja mengatakan, 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan. Kami dituntut untuk bisa terus beradaptasi, berkembang, dan berinovasi cepat dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi.

"LinkAja sangat bersyukur karena di tahun yang berat ini bisnis yang dijalankan oleh LinkAja dapat bertahan, bahkan mengalami peningkatan di berbagai lini," jelasnya dalam keterangan, Kamis (14/1).

Berita Terkait : Ganjar: Investor Jangan Diperes, Jangan `Diangel-angel`

Terbukti dengan adanya peningkatan transaksi dan volume transaksi sebesar lebih dari empat kali lipat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pihaknya berterima kasih terhadap kepercayaan para pengguna dan juga mitra yang percaya terhadap kinerja LinkAja.

Pandemi dan berbagai tantangan lainnya tidak akan menyurutkan upaya LinkAja dalam memberikan kemudahan akses layanan keuangan dan ekonomi digital yang merata kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

Berita Terkait : Dampak Covid, Pengunjung Candi Borobudur Pada 2020 Turun 77,3 Persen

Terhadap UMKM, LinkAja juga melakukan pendampingan untuk masuk ke dunia ekonomi digital. Beragam pelatihan virtual bekerja sama dengan berbagai pihak lintas sektor. LinkAja mengajak seluruh UMKM, khususnya yang tergabung di dalam ekosistem LinkAja untuk sama-sama membekali diri dan meningkatkan potensi agar dapat menyesuaikan pola bisnis sesuai dengan perubahan perilaku konsumen khususnya di masa pandemi.
 Selanjutnya