Kerek Produk Olahan Kelapa

Koperasi Dan UKM Kerja Sama Dengan Perusahaan Besar

Kerek Produk Olahan Kelapa Koperasi Dan UKM Kerja Sama Dengan Perusahaan Besar
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Koperasi, usaha kecil dan menengah (KUKM) diharapkan bisa terlibat lebih besar dalam mengembangkan hilirisasi industri kelapa. 

“Hal itu dilakukan dengan pola kemitraan antara koperasi dan UKM dengan industri pengolahan kelapa yang sudah mapan,” kata Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Simanungkalit dalam Temu Mitra Koperasi Kelapa, akhir pekan kemarin di Yogyakarta. 

Victoria melanjutkan, ajang Temu Mitra Koperasi Kelapa ini merupakan upaya meningkatkan daya saing KUKM agar mampu bersaing. Pertemuan ini juga dimaksudkan untuk konsolidasi, sekaligus mengubah mindset petani. 

Berita Terkait : Perubahan Teknologi Buat Pasar Kerja Bertransformasi

“Ya, karena mereka tidak hanya bisa menjadi petani, tapi juga bisa terjun ke industri pengolahan kelapa menjadi minyak dan VCO (virgin coconut oil), misalnya,” tegasnya. 

Ditambahkan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo, pihaknya siap mendukung pengembangan hilirisasi kelapa oleh koperasi dan UKM. 

“Apalagi ini merupakan sektor produktif, yang harus menyerap kucuran dana lebih tinggi dari sektor lainnya. Karena sektor produktif mempunyai nilai tambah yang berkali lipat. Kelapa kan banyak sekali produk turunannya yang mampu menghasilkan nilai tambah,” lanjutnya. 

Berita Terkait : BUMN Diminta Berdayakan Koperasi Karyawan

Ia menyatakan, tahun ini LPDB telah menyiapkan dana Rp 1,5 triliun untuk dikucurkan kepada para pelaku usaha. Maka dari itu, untuk mendorong hilirisasi olahan kelapa, LPDB siap memberikan kucuran kredit kepada pengusaha sepanjang syarat dan ketentuan terpenuhi. 

“Jumlah anggaran LPDB tahun ini mencapai Rp 1,5 triliun. Kalau terkendala untuk investasi mesin, akan kita bicarakan secara langsung, LPDB siap mengucurkan kredit kepada yang bersangkutan,” tuturnya. 

Salah satu pelaku industri sektor kelapa, Direktur Utama PT Krambil Idjo Jogja, Syaukani Bowo Leksono mengapresiasi dukungan pemerintah untuk hilirisasi komoditas kelapa. Ia menegaskan, perlu adanya kepastian raw material agar stabilitas produksi dapat berjalan dengan baik. 

Berita Terkait : Menkop Minta Koperasi Dilibatkan Dalam Pengembangan Labuan Bajo

Menurutnya, selain dukungan hilirisasi, diperlukan juga dukungan dari pemerintah untuk penataan perkebunan kelapa secara nasional. Saat ini, kebanyakan penghasil kelapa adalah kebun rakyat. Namun untuk diserap ke industri pengolahan, persediaan masih sangat kurang. 

“Karena itu, perlu juga dukungan kebijakan dari pemerintah untuk menata perkebunan kelapa. Kenapa sawit maju, karena ia ditata perkebunannya oleh kebijakan pemerintah. Harapannya, kelapa juga diperlakukan begitu. Selain kaya dengan produk turunan, secara ekologi, kelapa juga ramah lingkungan,” ujarnya. 

PT Krambil Idjo, sambung Syaukani, berkomitmen membangun kemitraan dengan koperasi dan UKM dalam pengembangan hilirisasi kelapa. Di beberapa daerah, PT Krambil Idjo telah menjalin kemitraan dengan koperasi dan UKM sebagai off taker sekaligus pendampingan pengolahan kelapa dengan teknologi tepat guna. [DWI]