AP II Siap Kucurkan Dana Rp 480 M Untuk Pengembangan Terminal dan Runway

Bandara Megah Tjilik Riwut Siap Jadi Motor Ekonomi Kalimantan Tengah

Presiden Jokowi (baju putih) didampingi Direktur Utama AP II M Awaluddin dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) saat meresmikan Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (8/4). (Foto: BKIP Kemenhub)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi (baju putih) didampingi Direktur Utama AP II M Awaluddin dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) saat meresmikan Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (8/4). (Foto: BKIP Kemenhub)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meresmikan Terminal Baru Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (8/4). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II Muhammad Awaluddin, turut mendampingi Jokowi dalam peresmian tersebut. 

Sejak dioperasikan pertama kali pada 28 Maret lalu, terminal baru itu menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah. Khususnya Palangkaraya. Desain terminal yang megah dan modern, membuat Bandara Tjilik Riwut menjadi ikon baru bagi Kalteng. Pembangunan bandara yang sebelumnya dikelola Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan mulai diambil alih AP II pada  19 Desember 2018 ini, membutuhkan waktu kurang lebih 4,5 tahun. 

"Ini menyangkut anggaran kurang lebih Rp 700 miliar, yang semuanya dibebankan kepada anggaran APBN Kementerian Perhubungan. Sekitar Rp 300 miliar untuk pembangunan terminal dan taxi way. Sedangkan untuk perpanjangan runway, sebesar Rp 400 miliar," tutur Jokowi.

Kemegahan Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Jawa Tengah (Foto: FB Jokowi)

Baca Juga : Cegah Virus Corona, Turis Dari Wuhan Dilarang Masuk Indonesia

Mengingat ukurannya yang 6 kali lipat lebih besar dibandingkan terminal lama, Jokowi meyakini dapat menjadi motor ekonomi di Kalimantan Tengah. 

Optimisme serupa juga dilontarkan Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin. Ia yakin, akan semakin banyak rute penerbangan di Palangkaraya.

“Kami yakin, jumlah penerbangan di Bandara Tjilik Riwut akan bertambah melalui berbagai program pemasaran yang dijalankan AP II. Sehingga, secara langsung akan membantu pertumbuhan perekonomian Palangkaraya," ujar Awaluddin dalam keterangan tertulisnya. 

Baca Juga : Penerbangan Dari Dan Ke China Belum Disetop, Ini Alasan Kemenhub

“Kami menyiapkan total investasi Rp 480 miliar untuk pengembangan terminal serta runway. Harapannya, jumlah penumpang terus mengalami peningkatan, dari sekitar 1 juta penumpang per tahun, menjadi sekitar 8 juta per tahun," imbuhnya.

Awaluddin juga mengatakan, kawasan Bandara Tjilik Riwut memiliki lahan yang sangat luas untuk dikembangkan sebagai suatu pusat bisnis.

"Kawasan bandara ini memiliki lahan seluas 388 hektar. Bisa dikembangkan untuk pengembangan usaha seperti MRO (maintenance, repair, overhaul) atau pusat perawatan pesawat, dan bisnis kargo," jelasnya.

Baca Juga : BGKF Dorong Penurunan Emisi Di Industri Perbankan

Terminal baru memiliki luas 29.124 meter persegi dan dapat menampung hingga 4.400.000 orang per tahun. Ini jauh lebih luas dibanding terminal lama yang luasnya hanya 5.700 meter persegi, dengan kapasitas 700.000 orang per tahun.

Runway Bandara Tjilik Riwut yang saat ini berukuran 2.500 x 45 m, rencananya akan dikembangkan menjadi 3.000 x 45 m guna mengakomodir operasional pesawat berbadan lebar (wide body).[HES]