Jonan Raih Penghargaan Tokoh Energi Berkeadilan Untuk Rakyat

Menteti ESDM Ignasius Jonan saat mendapat penghargaan. (Foto : Wahyu Dwi Nugroho/RM)
Klik untuk perbesar
Menteti ESDM Ignasius Jonan saat mendapat penghargaan. (Foto : Wahyu Dwi Nugroho/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kerja keras Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mewujudkan energi berkeadilan bagi publik membuahkan hasil.

Jonan mendapat penghargaan sebagai Tokoh Energi Berkeadilan Untuk Rakyat. Penghargaan diterima Jonan dalam acara 'Anugerah Indonesia Maju 2018-2019' dalam rangka HUT Rakyat Merdeka ke-20 dan HUT Warta Ekonomi ke-30 di Hotel Pullman, Senin (8/4) malam.

Baca Juga : Bertambah, Jumlah Penderita Virus Wuhan di Hong Kong dan Macau

Penghargaan yang diberikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla. Ia mengatakan, apa yang telah dilakukan merupakan sumbangsih untuk bersama-sama memajukan negara. "Semuanya harus menjadi bagian dari upaya-upaya kita untuk memajukan Indonesia," ungkap JK.

Menurut Direktur Utama Rakyat Merdeka Margiono penghargaan didasarkan atas hasil penjurian yang dilakukan tim riset Rakyat Merdeka dan Warta Ekonomi. Sehingga, tokoh yang menerima penghargaan juga dianggap menjadi motor penggerak kemajuan di Indonesia.

Baca Juga : Gagal Cetak Sejarah, Wonderkid Gauff Terhenti di Babak Keempat Australia Open

"Tokoh-tokoh yang memperoleh penghargaan ini memiliki komitmen, semangat, dan langkah-langkah kongkrit untuk Indonesia Maju," ujar Margiono.

Penganugerahan gelar 'Tokoh Energi Berkeadilan' pada 'Anugerah Indonesia Maju' tersebut tentu bukan tanpa alasan. Selama memimpin sektor ESDM, Ignasius Jonan juga mengeluarkan kebijakan yang didasarkan pada manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga : Hafiz/Gloria Tumbang, Indonesia Tanpa Gelar di Thailand Masters

Prinsipnya adalah ketersediaan pasokan serta harga yang terjangkau. Sebagai contoh adalah APBN tahun 2018, sedikitnya 54% anggaran Kementerian ESDM digunakan untuk belanja infrastruktur rakyat. Program dan kebijakan pro rakyat intensif dikerjakan, seperti lampu surya gratis untuk rakyat belum berlistrik, jaringan gas rumah tangga. 

Selain itu juga konverter kit untuk nelayan kecil dan sumur bor air tanah untuk masyarakat di daerah sulit air. Selanjutnya, program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga juga melampaui target, bahkan jumlahnya ditambah dari sebelumnya 160 titik menjadi 170 titik hingga 2019 ini. [IPL]