Kerek Ekonomi Lombok, Kadin Bikin Desa Wisata

Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani. (Foto: Kadin)
Klik untuk perbesar
Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani. (Foto: Kadin)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kadin Indonesia juga berkomitmen secara pro-aktif turut membangkitkan perekonomian lokal masyarakat Lombok. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan dengan memberdayakan potensi daerah maupun masyarakatnya.

“Kami mencanangkan pembangunan Desa Tangguh Wisata Kadin Tanak Song Lauk, karena kami menilai kawasan ini memiliki potensi pariwisata untuk dapat dikembangkan,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani di Lombok, Minggu (14/4).

Menurutnya, TSL memiliki keunikan tersendiri karena lokasi dusun berada di bibir pantai yang indah dengan penghasilan utama masyarakat sebagai nelayan serta keramahan penduduk dan terbuka dengan pembangunan yang sudah tertanam dengan baik. TSL memiliki harmoni yang sempurna yaitu keserasian antara alam, orang dan budaya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Properti Hendro S. Gondokusumo mengatakan, rencana pengembangan sebagai desa wisata didukung pula dengan adanya lahan yang dapat dikembangkan, rencana jalan lingkar yang akan melewati TSL dan juga posisinya yang strategis serta dekat dengan ibukota Kabupaten Lombok Utara. Luas keseluruhan TSL adalah 72 hektar dan wilayah yang akan direhabilitasi sebagai desa wisata adalah wilayah RT 08 seluas 1,2 hektar.

Berita Terkait : Persita Tangerang Kalahkan Timnas Indonesia dalam Laga Uji Coba

Pada area tersebut akan dibangun sebanyak 33 unit rumah, ditambah fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa unit pengolahan ikan, pabrik es, restoran, area pertunjukan, serta kandang sapi yang akan dikembangkan di tanah milik desa. Menurut hasil studi kelayakan Kadin Indonesia, Desa Tangguh Wisata TSL akan mampu menampung sekitar 2000 pengunjung setiap hari secara layak.

Hendro mengatakan, TSL layak dikembangkan sebagai kawasan wisata dengan syarat perlu dilakukan beberapa usaha perbaikan sarana dan prasarana penunjang lainnya, utamanya infrastruktur jalan. “Konsep yang kami gunakan dalam merancang kawasan Desa Tangguh Wisata TSL adalah pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi dan tangguh terhadap bencana. Kami proyeksikan periode pembangunan rumah penduduk memerlukan waktu sekitar 6 bulan. Kami sangat mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan termasuk unsur pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” kata dia.

Hendro memaparkan, Desa Tangguh Wisata Kadin TSL akan terdiri dari 2 bagian wilayah utama, yakni pertama adalah permukiman penduduk yang sekaligus berfungsi sebagai tempat menginap para wisatawan. Kedua, Fasilitas umum dan fasilitas sosial yang berada di lahan milik desa.

Bantuan

Berita Terkait : Indonesia Promosi Spa Tradisional di Paris

Kadin bersama Ikatan Alumni (IA) ITB melakukan serah terima bantuan pembangunan tahap II pembangunan fasilitas umum dan sosial dalam rangka program Kadin Peduli Bencana Lombok. “Sebelumnya, pada 12 Desember 2018 kami telah melakukan serah terima bantuan pembangunan tahap I dan bersyukur pembangunannya berjalan lancar tersebar di beberapa dusun di Lombok,” ungkap.

Dia memaparkan, pembangunan Tahap I meliputi mushola/ruang serba guna di 3 Desa, yakni Desa Jenggala, Desa Medana dan Desa Dara Kunci. Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Teniga. Ruang serba guna di Desa Selengen dan pembangunan Balai Desa Obel Obel.

Tahap II kali ini, kata dia, yang diserahterimakan adalah bangunan mushola di Dusun Menangrea (Lombok Timur), Balai Desa Obel-Obel (Lombok Timur), Mushola dan Balai Pertemuan di Desa Medana (Lombok Utara).

Program bantuan ini, menurut Rosan, merupakan wujud kepedulian nyata dan rasa keprihatinan dari Kadin kepada masyarakat Lombok. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat bagi masyarakat untuk bangkit dan kembali menjalankan aktivitas seperti sebelumnya.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Sementara itu, bersama-sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), BNPB, Pemda, pengusaha, Kadin dan Kadin Daerah terus membantu upaya percepatan program rehabilitasi rumah rakyat yang rusak sebagai akibat bencana alam atau gempa yang menimpa wilayah ini pada tahun yang lalu. Kadin akan melaksanakan rehabilitasi rumah atas dasar konsep Rumah Instan Baja (RISBA). [DIT]