Penyaluran Kredit Tumbuh 20 Persen

Bank BTN Kuasai Pasar KPR

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono (kedua kanan) berbincang dengan (dari kiri) Direktur Collection & Asset Management Nixon LP Napitupulu, Direktur Finance & Treasury Iman N Soeko, dan Direktur Commercial Banking Oni Febriarto di sela konferensi pers Paparan Kinerja Bank BTN di Jakarta, kemarin.
Klik untuk perbesar
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono (kedua kanan) berbincang dengan (dari kiri) Direktur Collection & Asset Management Nixon LP Napitupulu, Direktur Finance & Treasury Iman N Soeko, dan Direktur Commercial Banking Oni Febriarto di sela konferensi pers Paparan Kinerja Bank BTN di Jakarta, kemarin.

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan naik sepanjang kuartal I-2019 sebesar Rp 242,13 triliun. Jumlah itu naik 19,57 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 202,5 triliun.

DIREKTUR Utama BTN Maryono mengatakan, tetap konsisten menggelar berbagai aksi strategis, kemitraan, dan promosi agar kian ekspansif dalam menyalurkan kredit. Kenaikan kredit tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Di mana Bank Indonesia (BI) merekam kredit perbankan hanya naik di level 12 persen per Februari 2019.

“Capaian penyaluran kredit kami pada kuartal I ini akan terus kami pacu hingga akhir tahun nanti, tentunya dengan tetap selektif dan fokus menjaga kualitas kredit,” ujarnya saat Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank BTN di Jakarta, kemarin.

Ia menuturkan, kuatnya pertumbuhan kredit di Bank BTN bersumber dari lini sektor perumahan dan non-perumahan. Di sektor perumahan, kredit tercatat tumbuh 19,11 persen yoy dari Rp 184,46 triliun pada akhir Maret 2018 menjadi Rp 219,72 triliun di akhir Maret 2019.

Berita Terkait : Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Sampai 2024 Capai Rp 325 T

"Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang masih tinggi menjadi pendorong kuat kenaikan total kredit di segmen ini," katanya.

Bank BTN mencatat KPR Subsidi naik 28,87 persen dari Rp 79,14 triliun per 31 Maret 2018 menjadi Rp 101,99 triliun di periode yang sama tahun ini. Sementara per triwulan I, KPR Non subsidi pun naik sebesar 14,37 persen yoy menjadi Rp 79,83 triliun.

Dengan capaian tersebut, KPR emiten bersandi saham BBTN ini tumbuh sekitar 22,07 persen menjadi Rp 181,83 triliun pada 31 Maret 2019. Artinya, rapor hijau tersebut sukses menempatkan BTN sebagai pemimpin pasar di segmen KPR dengan pangsa sebesar 39,35 persen per Desember 2018.

Bahkan, BTN juga masih menempati posisi wahid di pasar KPR subsidi dengan pangsa sebesar 92,96 persen per 31 Maret 2019. Kemudian, di segmen kredit perumahan, kredit konstruksi juga terpantau naik 8,96 persen menjadi Rp 29,45 triliun pada akhir Maret 2019. Begitu juga dengan kredit perumahan lainnya tercatat telah disalurkan senilai Rp 8,44 triliun.

Berita Terkait : BTN Pastikan Kredit ke PT BIM Sesuai Prosedur

Meski tetap fokus dalam bisnis inti perseroan di bidang pembiayaan perumahan, pihaknya juga terus aktif memacu akselerasi kredit di sektor non-perumahan. Misalnya di sektor kredit non perumahan, BTN mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,24 persen.

Kenaikan tersebut, kata dia, ditopang laju positif penyaluran kredit di segmen kredit konsumer dan kredit komersial yang naik masing-masing sebesar 25,53 persen menjadi Rp 4,97 triliun dan 23,88 persen menjadi Rp 17,43 triliun per triwulan I.

“Meski terus menorehkan akselerasi pada kredit, pihaknya tetap menjaga kualitas kredit dan pembiayaan selama tiga bulan pertama di 2019,” katanya.

Menurutnya, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) nett perseroan berada di level 2 persen. Posisi tersebut jauh di bawah ambang batas atas NPL yang ditetapkan regulator sebesar 5 persen.

Baca Juga : Jelang Tahun Baru, Konsumsi Pertamax Turbo Naik 36 Persen

Tidak hanya itu, pertumbuhan kredit perseroan juga mendorong kenaikan aset perseroan sebesar 16,47 persen yoy dari Rp 258,73 triliun pada triwulan I menjadi Rp 301,34 triliun. “Nilai aset tersebut masih mengukuhkan predikat Bank BTN sebagai bank dengan aset terbesar kelima di Indonesia," ungkapnya.

Ia menambahkan, penyaluran kredit juga mendukung perolehan pendapatan bunga BTN yang naik 21,69 persen dari Rp 5,27 triliun menjadi Rp 6,42 triliun per akhir Maret 2019. Dengan pendapatan bunga tersebut, laba bersih BTN per Maret 2019 menjadi senilai Rp 723 miliar.

Sementara itu, di tengah kondisi likuiditas secara nasional yang tumbuh terbatas, BTN tetap mampu mencatatkan kinerja positif pada penghimpunan dana masyarakat yakni mencapai Rp 215,82 triliun atau naik 10,98 persen dari Rp 194,48 triliun di periode sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut pun berada di atas rata-rata kenaikan DPK di industri perbankan nasional yang hanya naik sebesar 5,8 persen pada Februari 2019. “Kami akan terus berfokus menghimpun dana masyarakat untuk menopang ekspansi kredit. Penghimpunan dana tersebut juga difokuskan pada peningkatan berbagai produk tabungan dengan cost of fund yang rendah,” akunya. [IMA]