JK dan Wapres Cina Lakukan Bilateral Sebelum Bertemu Xi Jinping

Wakil Presiden China Wang Qishan (kanan) menyambut kunjungan Wapres Jusuf Kalla di sela-sela Konferensi Kerja Sama Internasional Sabuk Jalan (BRF) di Beijing, Kamis (25/4). (Foto: Setwapres).
Klik untuk perbesar
Wakil Presiden China Wang Qishan (kanan) menyambut kunjungan Wapres Jusuf Kalla di sela-sela Konferensi Kerja Sama Internasional Sabuk Jalan (BRF) di Beijing, Kamis (25/4). (Foto: Setwapres).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla melakukan pertemuan bilateral dengan Wapres China Wang Qishan di Beijing, Kamis (25/4), sebelum melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Xi Jinping pada sore harinya.

Kunjungan tersebut dilakukan di sela-sela Konferensi Kerja Sama Internasional Sabuk Jalan (BRF) II di Beijing pada 24-27 April 2019. Pada Kamis malam, dijadwalkan Kalla akan bertemu beberapa pimpinan perusahaan asal China.

Baca Juga : Freeport Rogoh Rp 1,4 Triliun Bayar Tunggakan Pajak Air

"Besok sudah 'full' acara 'Belt and Road Forum' (BRF) yang tentunya mulai dengan acara pembukaan kemudian juga ada acara malam dinner. Tetapi di tengah-tengah, Wakil Presiden juga akan melakukan kegiatan 'business forum' yang akan mempertemukan antara pebisnis Indonesia dengan pebisnis Tiongkok," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

Konferensi BRF yang puncaknya digelar pada Sabtu (27/4) terbagi menjadi 3 sesi, yaitu konektivitas, sinergi kebijakan, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's) 2030.

Baca Juga : Smelter Freeport Gresik Akan Dibangun 2023

"Bapak Wakil Presiden akan berbicara di sesi ketiga yang terkait dengan SDG's itu," kata Menlu menambahkan.

Dalam konferensi dua tahunan itu, Wapres kemungkinan besar juga akan menyinggung mengenai ekspor kelapa sawit dari Indonesia ke China.

Baca Juga : Kapan Virus Corona Wafat? Wallahualam

Apalagi di sela-sela BRF, Menlu Retno dan Menteri Bea Cukai China Ni Yue Feng telah menandatangani protokol impor manggis dari Indonesia.

"Kami terus berupaya agar ekspor buah tropis dari Indonesia ke Tiongkok ini dapat terus ditingkatkan dalam rangka mempersempit atau menurunkan defisit yang terjadi antara Indonesia dan Tiongkok," pungkasnya. [SRI]