Investasi Kuartal I Tembus Rp 195 Triliun

Kepala BKPM Thomas Lembong (kanan) didampingi Plt. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Farah Ratnadewi Indriani memaparkan capaian investasi triwulan I-2019 di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/4). (Foto: BKPM)
Klik untuk perbesar
Kepala BKPM Thomas Lembong (kanan) didampingi Plt. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Farah Ratnadewi Indriani memaparkan capaian investasi triwulan I-2019 di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/4). (Foto: BKPM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hari ini mengumumkan capaian investasi kuartal I-2019. Total investasi yang masuk mencapai Rp 195,1 triliun atau naik tipis 5,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 185,3 triliun.

Investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 87,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 107,9 triliun. Sedangkan jumlah tenaga kerja yang terserap pada periode tersebut mencapai 235.401 orang.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, nilai realisasi investasi triwulan pertama tersebut sudah mencapai 24,6 persen dari target investasi tahun 2019 sebesar Rp 792,0 triliun. Capaian realisasi investasi ini sangat penting untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada tahun 2019 dapat terealisasi.

Berita Terkait : CIMB Niaga Raup Laba Rp 3,9 Triliun

Dibandingkan 2018, pertumbuhan investasi PMDN pada triwulan I-2019 meningkat sebesar 14,1 persen dari Rp 76,4 triliun di 2018 menjadi Rp 87,2 triliun. Sedangkan investasi PMA pada triwulan I-2019 turun 0,9 persen dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 108,9 triliun menjadi Rp 107,9 triliun.

“Mengacu data triwulan I-2019 terjadi tren positif terhadap pertumbuhan PMA yang semula pada Triwulan IV-2018 adalah -11,6 persen menjadi -0,9 persen. Kami melihat tren positif ini akan berlanjut pada masa mendatang,” ujar Lembong saat konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/4).

“Apalagi didukung dengan langkah pemerintah melakukan reformasi di bidang ekonomi, pemanfaatan Online Single Submission (OSS) yang lebih baik, serta intensifikasi pengawalan investasi oleh berbagai instansi pemerintah terkait baik di pusat dan daerah,” tambahnya.

Baca Juga : Senator Lampung Dengar Curhat Guru Honorer

BKPM juga mencatat realisasi investasi berdasarkan lokasi proyek, yaitu Jawa Barat Rp 37,3 triliun (19,1 persen), DKI Jakarta Rp 24,7 triliun (12,7 persen), Jawa Tengah Rp 21,4 triliun (11,0 persen), Jawa Timur Rp 12,6 triliun (6,5 persen), dan Banten Rp 12,5 triliun (6,4 persen). ”Hal yang menggembirakan lainnya adalah terjadinya tren peningkatan investasi di luar Jawa, yang tumbuh sebesar 16,7 persen bila dibandingkan dengan triwulan I-2018,” katanya.

Menurut Lembong, capaian ini disumbang oleh investasi di Indonesia bagian timur, khususnya di sektor pengolahan hasil tambang yang sangat penting untuk peningkatan ekspor. Selain sektor tersebut, sektor pariwisata di Indonesia bagian timur berpotensi untuk terus dikembangkan, terutama pariwisata bahari maupun wisata minat khusus.

Pada periode triwulan I-2019, realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp 85,8 triliun meningkat 16,7 persen dari periode yang sama pada 2018 sebesar Rp 73,5 triliun. Sedangkan, realisasi investasi berdasarkan sektor usaha adalah Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi Rp 37,3 triliun (19,1 persen), Listrik, Gas, dan Air Rp 33,2 triliun (17,0 persen), Konstruksi Rp 19,5 triliun (10,0 persen), Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp 18,8 triliun (9,7 persen), serta Pertambangan Rp 15,1 triliun (7,7 persen).

Baca Juga : Erick Berburu Sampai Eropa

Sementara, lima besar negara asal PMA adalah: Singapura 1,7 miliar dolar AS (24,0 persen), China 1,2 miliar dolar AS (16,1 persen), Jepang 1,1 miliar dolar AS (15,8 persen), Malaysia 0,7 miliar dolar AS (9,8 persen) dan Hongkong 0,6 miliar dolar AS (8,1 persen).

Plt. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani mengatakan, dengan diluncurkannya KOPI MANTAP (Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi) pada bulan lalu, BKPM bersama dengan Pemda dan Kementerian/Lembaga terkait akan terus melakukan pengawalan investasi dalam rangka fasilitasi kendala investasi dan upaya percepatan peningkatan realisasi investasi.

“Kami persilakan bagi investor yang mengalami permasalahan dalam merealisasikan investasinya, dapat berkomunikasi atau datang langsung ke kantor BKPM,” tukasnya. [DIT]