RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam menggarap luasnya potensi dana wakaf yang bisa digarap, PT Bank Mandiri Syariah (Mandiri Syariah) mulai melakukan pengelolaan dana wakaf dari nasabah lewat website jadiberkah.id. Pihaknya berharap, dana wakaf yang tergarap bisa dikembalikan lagi untuk kepentingan umat.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari menyatakan, dari total 5,5 juta nasabah Mandiri Syariah yang mayoritas muslim, menginginkan adanya platform pengelolaan wakaf yang disediakan pihaknya sebagai lembaga jasa keuangan.

Adanya pengelolaan wakaf yang dilakukan Mandiri Syariah, hal itu juga berangkat dari tingginya pengelolaan zakat infaq dan sodaqoh (ZIS) tiap bulannya dari nasabah.

"Per bulan April 2019 ini saja, ada sekitar Rp 1,8 miliar dana ZIS, dari nasabah di Mandiri Syariah. Sementara, dana wakaf yang selama ini ingin yang diberikan nasabah juga sangat besar," terangnya di Jakarta, Rabu (8/5) malam.

Berita Terkait : Bank Mandiri Hadirkan Layanan Digital Lewat WhatsApp

Hal ini kata Toni, mengingat besarnya keinginan berbagi kebanyakan orang Indonesia yang sangat besar. Untuk itu, anak usaha Bank Mandiri ini pun terdorong untuk memperluas wakaf digital.

Selama ini kata Toni, dana dari denda ada bunga giro yang bukan sebagai pendapatan tak boleh diterima perbankan syariah kemudian dikumpulkan. Ditambah bagi hasil dari nasabah untuk pemotongan zakat juga akan dikelola.

"Nanti di web jadiberkah.id ini langsung kelihatan siapa saja nama nasabah yang memberikan wakaf, dan akan terdata kemana saja dana wakafnya digunakan untuk kepentingan umat," serunya.

Yang selama ini dilakukan, sambungnya, laba rugi perusahaan sebelum dipotong pajak, harus dipotong zakat lebih dahulu. Dana itu disalurkan ke para fakir miskin, yatim dan membangun masjid.

Berita Terkait : Mandiri Syariah Fokus Bisnis Retail dan Transaksi Digital komersial

Direktur IT dan Operation Mandiri Syariah Achmad Syafii menambahkan, tujuan dibentuknya platform wakaf digital ini adalah untuk mengakomodasi tingginya keinginan masyarakat dalam berbagi. Hal itu, seiring meningkatnya kelas muslim menengah, kesadaran tentang berbagi.

Syafii menambahkan dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi digital, masyarakat butuh wadah menyalurkan semangat berbagi yang transparan dan fleksibel dari sisi moda pembayaran dan waktu.

"Melalui platform jadiberkah.id masyarakat umum bahkan yang belum menjadi nasabah Mandiri Syariah pun dapat melakukan wakaf dengan mudah, transparan (dapat dimonitor) dan mendapat sertifikat wakaf sesuai ketentuan," terangnya.

Saat ini baru ada empat program wakaf yang ditawarkan di platform jadiberkah.id yaitu Rumah Sakit Hasyim Asyari Dompet Dhuafa, RS AKA Medika Sribhawono, Pesantren Hafidz Lido Sukabumi dan Khadijah Learning Center.

Berita Terkait : Gandeng Tableau, Bank Mandiri Perkuat Data Perbankan

Sebelum resmi diluncurkan, masyarakat mulai antusias berwakaf melalui platform jadiberkah.id dengan jumlah sekitar 500-an orang. "Kami optimis keinginan berwakaf akan terus meningkat dan platform ini menjadi channel pilihan masyarakat," ucapnya.

Sebelum platform jadiberkah.id, Mandiri Syariah melayani wakaf digital melalui channel mobile banking. Namun, layanan tersebut terbatas melayani nasabah Mandiri Syariah.

 ‘’Kami berharap cukup dengan aplikasi Mobile banking, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi bukan hanya transaksi tapi juga kebutuhan ibadah pun dapat terpenuhi,” pungkasnya. [DWI]