Kemenhub Pangkas Tarif Batas Atas

YLKI Ragu Harga Tiket Pesawat Turun

Ilustrasi Pesawat. (Foto: Istimewa).
Klik untuk perbesar
Ilustrasi Pesawat. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah mendapatkan tekanan publik yang cukup massif, akhirnya Menteri Perhubungan (Menhub) menurunkan tarif batas atas (TBA) pesawat udara, sebesar 12-16 persen. 

Menurut Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi bahwa langkah Menhub ini bisa dipahami pada konteks kebijakan publik yang harus diambil Menhub. Sebagai regulator, menurut Tulus, Kemenhub memang berkompeten untuk mengatur TBA pesawat udara, sebagamaina diatur dalam UU tentang Penerbangan.

Baca Juga : Polisi Buru Pemilik Mobil Yang Males Bayar Pajak

Menurut Tulus berkaitan dengan hal di atas, ada beberapa yang perlu dikritisi adalah langkah Menhub patut diduga karena klimaks dari kejengkelan Menhub atas masih tingginya tarif pesawat udara. 

Walau mereka atau maskapai belum melanggar ketentuan TBA, tetapi yang diharapkan, khususnya Garuda, bisa menurunkan harga tiketnya, karena harga avtur sudah diturunkan atau sudah turun. Sayangnya hal itu belum dilakukan oleh semua maskapai.

Baca Juga : Perbaikan Jalan Rusak DKI Jangan Cuma Tambal Sulam

Lebih lanjut Tulus menambahkan, penurunan persentase tarif batas bawah (TBA) di atas kertas memang bisa menurunkan tarif pesawat, namun secara praktik belum tentu demikian. Sebab faktanya semua maskapai telah menerapkan tarif tinggi, rata-rata di atas 100 persen dari tarif batas bawah. 

Dengan demikian menurut Tulus, turunnya persentase TBA tidak akan mampu menggerus masih tingginya harga tiket pesawat dan tidak akan mampu mengembalikan fenomena tiket pesawat murah. 

Baca Juga : Mahfud Dikerjain Mahasiswa

“Bahkan turunnya persentase TBA bisa memicu maskapai untuk mengerek sisa persentase TBA-nya, misalnya 85 persen. Atinya bisa jadi tiket pesawat malah naik pasca penurunan TBA,” tambah Tulus.
 Selanjutnya