RMco.id  Rakyat Merdeka - Tingginya harga tiket pesawat bikin penjualannya secara online merosot selama kuartal I-2019. Salah satu e-commerce yang gigit jari karena hal ini adalah Traveloka.

Head of Growth Management Traveloka Iko Putera mengatakan, penurunan terjadi di beberapa rute, khususnya tujuan Pontianak, Bali, dan beberapa kota di Pulau Jawa. Hanya saja, ia enggan menyebut angka penu￾runan secara rinci.

“Data Badan Pusat Statistik (BPS) merefleksikan market, Traveloka mengalami penurunan. Saya tidak bisa berikan datanya tapi memang ada,” ucap Iko di Jakarta, kemarin.

Menengok data BPS, pertumbuhan jumlah penumpang pesawat domestik merosot 17,66 persen pada Maret 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 18,32 juta. Iko menyebut pihaknya mengacu pada realisasi BPS.

“Data BPS 15-19 persen ada penurunan domestik, tapi saya pakai data domestik,” katanya.

Sementara, penjualan tiket untuk rute internasional masih naik selama Januari-Maret 2019 kemarin. Namun, ia lagi-lagi menolak menyebut pasti jum￾lah kenaikannya. “Mengacu data BPS kalau internasional permintaan meningkat 15-20 persen,” imbuh dia.

Baca Juga : Sidak Bandara Soetta, BKS Cek Protokol Kesehatan

Kendati menurun, Iko mengaku, optimistis penjualan tiket pesawat bakal tumbuh menjelang Lebaran. “Untuk mudik, demand tetap meningkat. Paling tidak orang masih search, orang masih berharap bisa beli tiket pesawat. Jadi kami masih ada harapan mendekati Lebaran, (penjualan tiket) pesawat akan meningkat,” paparnya.

Mengenai target, Iko mengatakan dari tiket pesawat targetnya sama atau lebih tinggi dari tahun lalu. Tapi lagi-lagi, Iko enggan mengatakan persisnya.

“Untuk kereta target kami meningkat 30 persen sementara untuk bus & travel meningkat 300 persen. Itu yang terlihat dari data indikasi search awal-awal Ramadan, yang kami prediksi akan terjadi lonjakan di tanggal 17 Mei, setelah THR cair,” paparnya.

Data yang dihimpun dari Traveloka, dengan menggunakan bus dari kota asal (Jakarta) ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa (Solo, Yogyakarta, Surabaya dan Malang), pengguna bisa menghemat anggaran hingga Rp 950 ribu, jika dibandingkan dengan moda pesawat.

Dengan harga tiket bus yang ditawarkan berkisar mulai dari Rp 280 ribu hingga Rp 350 ribu ke kota-kota tersebut, pengguna sudah bisa mendapatkan kenyamanan seperti AC, makanan gratis, kursi recliner. Bahkan, pemudik tidak perlu khawatir dengan jumlah bagasi hingga perlengkapan tidur seperti selimut.

“Traveloka juga berkomitmen memberi pelayanan terhadap konsumen, di mana pengguna tidak perlu khawatir untuk memesan tiket bus secara online di Traveloka. Melalui pilihan moda transportasi bus yang tersedia di Traveloka, pengguna dapat tetap melakukan perjalanan mudik yang nyaman dan dengan harga yang terjangkau,” tuturnya.

Baca Juga : Minta Makzulkan Jokowi Dan Bubarkan PDIP, Tuntutan Pendemo RUU HIP Salah Sasaran

Untuk transportasi bus, Traveloka memiliki rute dan jadwal yang lengkap termasuk jadwal bus eksklusif hanya di Traveloka untuk rute Jakarta – Yogya – Solo dan Jakarta – Surabaya – Malang. Selain itu, Traveloka juga menyediakan solusi mudik terjangkau melalui berbagai program promo untuk semua moda transportasi yang tersedia di Traveloka, termasuk promo diskon sampai dengan Rp 100 ribu untuk pembelian tiket bus.

Selain itu, Traveloka menghadirkan layanan pelanggan 24 jam dalam 7 hari penuh, serta Jaminan Tiket Resmi atau 100 persen uang kembali jika terjadi kendala saat keberangkatan. Untuk tiket Pesawat, terdapat juga beragam fitur-fitur tiket pesawat yang memudahkan pengguna seperti Online Check-in, Flight Status, Multi-city, Easy Reschedule, Price Alert, dan lain sebagainya.

“Traveloka berkomitmen memudahkan pengguna dalam bepergian, menjangkau berbagai destinasi, dan untuk bereksplorasi lebih jauh,” kata CEO Transport Traveloka Caesar Indra.

Berdasar riset Kementerian Perhubungan (Kemenhub), puncak arus mudik Lebaran diperkirakan jatuh pada 31 Mei 2019. Sementara untuk permintaan moda transportasi udara diperkirakan mengalami penurunan. Sementara, pemudik dengan moda transportasi bus dan kereta diprediksi mengalami peningkatan.

Melihat peluang itu, kata Caesar, Traveloka menawarkan pilihan tiket pesawat dengan tujuan lebih dari 200 ribu pilihan rute. Untuk moda kereta api terdapat 9 ribu kombinasi rute. Sedangkan bus dan travel de￾ngan lebih dari 110 pilihan operator.

“Rental mobil sudah tersedia di 36 kota di Indonesia. Serta, layanan antarjemput bandara telah tersedia di 149 bandara domestik dan luar negeri,” katanya.

Baca Juga : Hati-hati, Cuma 2 Kelurahan di DKI Yang Bebas Covid

Putar Otak Pendiri Smart Tour & Travel Sulistyo Purnomo Pambudi mengatakan, para pelancong kini harus berpikir dua kali untuk mengunjungi lokasi￾lokasi wisata di daerah. Mereka menimbang biaya perjalanan yang naik hingga dua kali lipat dibanding sebelumnya.

“Bahkan ongkos ke sejumlah daerah lebih mahal daripada biaya ke Singapura. Ini tentu bertentangan dengan visi pemerintah yang ingin dorong pariwisata lokal,” ujarnya.

Tio mengaku, biro-biro wisata kini harus memutar otak agar bisa bertahan. Salah satunya memangkas jumlah hari perjalanan maupun spot kunjungan untuk mendapat harga berimbangan. “Biar harganya tetap masuk, biasanya yang perjalanan tiga hari menjadi dua hari,” katanya.

Adapun untuk klien-klien perusahaan institusi, biasanya ia menawarkan dengan harga sama, tapi jumlah yang ikut lebih sedikit. “Misal kalau sebelumnya ke Manado bisa 20 orang dengan harga sama, kini dipangkas jumlahnya.”

Selain itu, ia juga berharap agar bagasi digratiskan kembali. Pasalnya, biaya bagasi berbayar berpengaruh pada industri kerajinan maupun makanan di daerah. “Pelancong yang berkunjung ke daerah akan menimbang-nimbang untuk membawa oleh-oleh atau buah tangan dalam jumlah besar. Kalau bisa digratiskan lagilah,” tutupnya. (ASI)