Listrik Masuk Desa, Warga Bahagia

PLN Targetkan, 2 Bulan Desa Mandong Terang 24 Jam

Warga Desa Mandong bahagia, tak lama lagi mereka bakal menikmati listrik PLN 24 Jam.
Klik untuk perbesar
Warga Desa Mandong bahagia, tak lama lagi mereka bakal menikmati listrik PLN 24 Jam.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Keinginan warga Desa Mandong mendapatkan aliran listrik dari PLN akhirnya terwujud. Tak lama lagi, Listrik bakal segera menyala selama 24 jam di wilayah tersebut.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalimantan Barat (Kalbar), Agung Murdifi menargetkan, pihaknya bakal berusaha menuntaskan proyek pembangunan listrik untuk Desa Mandong selama 70 hari. Hal ini diupayakan agar warga Mandong bisa secepatnya menikmati aliran listrik dari PLN.

"Ya mudah-mudahan bisa lebih cepat lagi, dua bulan selesai, khusus untuk Desa Mandong ya," tutur Agung kepada RM.co.id.

Kepala Desa  Mandong Andreas mengatakan, dengan adanya listrik, segala aktifitas dapat dengan mudah dilaksanakan, tidak tergantung dengan waktu. Anak-anak juga bisa lebih mudah dan nyaman belajar dimalam hari. 

"Segala aktifitas usaha pastinya akan tumbuh ditengah-tengah masyarakat, apalagi Desa Mandong ini kan letaknya tidak jauh dari jalan provinsi, mungkin sekitar 7 kilometer dari jalan raya Sosok," katanya.

Baca Juga : SaladStop! Ajak Masyarakat Cermat Demi Pelestarian Lingkungan

Warga Mandong menyambut antusias rencana dibangunnya Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 7,228 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,024 kms dan trafo gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 300 kVA. Dengan pembangunan dan perluasan jaringan listrik di desa tersebut, PLN akan melistriki sekitar 171 rumah warga. 

Andreas mengungkapkan, keberadaan listrik pastinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang umumnya berkebun sawit dan karet. Sebelumnya untuk penerangan di rumah, pada umumnya warga menggunakan mesin genset dengan rata-rata penyalaan setiap malam sekitar 2 hingga 3 jam. 

"Untuk menghidupkan mesin genset warga harus mengeluarkan dana antara 800 hingga 900 ribu per bulan untuk membeli bahan bakar, tentunya cukup berat bagi ukuran masyarakat desa, dengan adanya listrik yang akan segera masuk di desa kami, pastinya akan memangkas pengeluaran rutin yang selama ini harus kami keluarkan," tutur  Andreas.

Senada, Maria (46) warga Dusun Tuan juga menyambut bahagia rencana pembangunan  listrik di sekitar tempat tinggalnya, selama ini nyaris tidak ada aktifitas yang dapat dilakukan jika malam tiba, semua serba terbatas. 

Menurut Maria, Bagi warga dusun yang cukup mampu, mesin genset adalah pilihan terbaik untuk penerangan di rumah saat malam tiba.

Baca Juga : Freeport Rogoh Rp 1,4 Triliun Bayar Tunggakan Pajak Air

"Namun bagi kami yang kurang mampu, lampu pelita menjadi alternatif daripada gelap sama sekali, sementara terkadang sulit untuk mencari minyak tanah. Listrik bagi kami adalah sesuatu yang sangat kami nantikan, rasanya mimpi jadi kenyataan jika nanti listrik menerangi tiap-tiap rumah warga," imbuh Maria.

Maria juga berencana ingin membuka usaha kecil-kecilan di rumahnya. Wanita yang sehari-harinya menganyam rotan untuk dibuat berbagai peralatan rumah tangga ini mengaku dengan adanya listrik kehidupannya akan lebih baik. "Saya ingin membuat berbagai penganan kecil yang dapat saya titipkan di warung-warung kopi. Jika ada uang, saya juga mau membeli kulkas untuk membuat es batu, mana tau kedepannya saya juga bisa jualan es batu atau minuman segar. Saya yakin, listrik akan membuat segalanya menjadi lebih mudah dan nyaman. Terima kasih PLN yang telah membuat kehidupan kami menjadi lebih baik lagi," kata Maria bersemangat.

Groundbreaking

Sebelumnya, PLN melakukan acara Groundbreaking proyek kelistrikan desa (Lisdes) yang digelar pada senin (20/5).  Kegiatan  ground breaking yang dilaksanakan  di Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau ini sekaligus menandai pelaksanaan seluruh pekerjaan proyek Lisdes.

Di tahun 2019 ini PLN akan melistriki 60 desa/dusun yang tersebar di 12 Kabupaten yang ada di Kalbar.  Saat ini rasio desa berlistrik di Kalbar sebesar 79,25 persen dari 2.130 desa yang ada, dengan rincian 1.515 desa menggunakan listrik PLN dan 174 desa non PLN.

Baca Juga : Smelter Freeport Gresik Akan Dibangun 2023

"Kegiatan ground breaking ini menandai akan segera dilaksanakannya pekerjaan proyek kelistrikan di 60 desa dan dusun yang tersebar di 12 Kabupaten. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu," ujar Agung.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Syarif Kamaruzaman mengungkapkan, upaya melistriki masyarakat telah dilakukan oleh PLN baik disisi pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi.

"Saya berharap pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kalbar dapat meningkatkan Indeks Desa membangun tiap tahunnya, serta mendukung perwujudan desa berlistrik di Kalbar," Ujar Kamaruzaman. (FAZ)