Tangkap Peluang Bisnis Ekonomi Kreatif

Bekraf Boyong Kreator Komik Indonesia Ke Pasar Global

Klik untuk perbesar
Bekraf Boyong 10 Karya Anak Bangsa ke China. (FOTO: Bekraf).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Besarnya potensi ekonomi dari bisnis kekayaan intelektual atau Intelektual Property (IP), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berupaya mengakomodir para pelaku ekonomi kreatif, dalam hal ini kreator komik, pamer ke pasar global. 

Di 2016 produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif mencapai Rp 922,59 triliun dan diproyeksikan melampaui Rp 1.000 triliun pada 2017 hingga mendekati Rp 1.102 triliun pada 2018. Di tahun ini diramalkan mencapai Rp 1.211 triliun. 

Untuk pasar licensing sendiri secara global, potensinya mencapai angka 280,3 miliar dolar AS (Rp 1.043,7 triliun) di 2018, atau naik 3,2 persen dari 271, 6 miliar dolar AS (Rp 1.011,4 triliun) pada 2017. Saat ini ada sekitar 8,2 juta pegiat pelaku usaha di ekonomi kreatif di Indonesia, namun 88,95 persen belum memiliki IP atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI). 

Menurut Deputi Pemasaran Bekraf Josua Simanjuntak, besarnya potensi ekonomi tersebut yang mendorong Bekraf membuat Program Katapel. Program Katapel merupakan upaya Bekraf menjaring pelaku ekonomi kreatif yang concern terhadap pasar IP. 

Katapel sudah terselenggara dua kali sejak 2018. Tak hanya menjaring peserta terbaik, program ini juga memberi pembekalan kepada para pelaku kreatif dari sub sektor Desain Komunikasi Visual, Fotografi, Film dan Animasi, TV dan Radio untuk komersialisasi kekayaan intelektual. 

Berita Terkait : Dukung Pedagang Tanah Abang, Komunitas Ekonomi Kreatif Hadirkan Aplikasi Digital

Jenama (merek) yang berangkat ke Licensing Expo China 2019 disaring dari program Katapel batch Iyang digelar pada 2018 lalu dan batch IIyang digelar pada 2019. Top 5 IP terpilih pada Katapel Batch 1 yaitu Helo Blo!, Komik Ga Jelas, Emak-Emak Matic, Tahilalats, dan Garudayana. 

Sementara di batch II, yaitu Mintchan, Gugug!, Ghfosty’s Comic, Manguni Squad dan Satria Dewa Gatotkaca. Pameran Licensing Expo China 2019 di Shanghai, 24-26 Juli 2019 akan dihadiri para brand owners, potential investors, dan juga license buyers. 

“Kami ingin membawa jenama IP Indonesia ke pentas global. Kami telah menggelar program ini selama dua batch. Nah, lima terbaik dari dua batch ini yang dikirim ke Licensing Expo China 2019,” terang Josua dalam konferensi pers Bekraf Katapel Goes to Licensing Expo China 2019 di Jakarta, kemarin. 


Josua menyebut, IP merupakan nyawa ekonomi kreatif, karena bukan berbentuk fisik atau berupa jasa.Dia lalu mencontohkan Disney, dari yang semula hanya IP-nya saja, bisa menghasilkan pendapatan lebih besar dari penciptaan karakter untuk t-shirt, action figure hingga ke arena permainan di Disney Land. 

“Dari hasil penjualan IP oleh para kreator kartun, bisa menghasilkan pundi-pundi ekonomi bagi sang kreatornya, serta meningkatkan taraf ekonomi dari si pemilik hak cipta,” katanya. 

Berita Terkait : Dukung Kemajuan Jakarta, Komunitas Ekonomi Kreatif Hadirkan Sistem Ekonomi Digital

Makanya di Indonesia, lanjut Josua, ekosistem IP masih perlu pembinaan. Jadi bukan hanya mereka yang produksi, tapi membuat komik, sablon kaos bertemu desain produk action figure lainnya bukan itu. “Si kekayaan intelektualnya yang bisa diperjualbelikan,” ucap Josua. 

Diakuinya, trading IP di Indonesia belum banyak, hanya ada dalam skala kecil. Padahal jika hal itu bisa dikelola dengan baik, royalti produk IP jika dipasarkan ke luar negeri bisa menjadi sumber devisa. Sehingga ekspor yang dimaksud bukan dalam arti fisik, tapi IP yang merupakan bentuk fleksibel yang diperdagangkan, dengan muatan royaltinya milik Indonesia. 

“Kendala masih banyak, mulai dari finance atau permodalannya, sampai dari aspek hukum. Semoga lahirnya Katapel ini menjadi base point meningkatkan angka IP di tahun berikutnya. Masih kami jajaki di mana posisi Indonesia di dunia perdagangan IP global ini,” jelasnya. 

Senior Licensing Practitioner & Katapel Mentor Mochtar Sarman menambahkan, basis industri kreatif sangat mengandalkan kekuatan kapitalisasi HKI, guna mendapatkan nilai tambah ekonomi. 

“China merupakan salah satu pasar terbesar komersialisasi IP, mengingat besarnya populasi dan potensi ekonomi. Kami berharap 10 IP yang dibawa bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman di ajang Licensing Expo China 2019, sehingga bisa meningkatkan potensi IP di Tanah Air,“ harapnya. 

Berita Terkait : Dispar Banten Ajak Pengusaha Pelatihan Ekonomi Kreatif

Co-Creator produk kreatif Tahilalats Nurfadli Mursiding mengaku, program Katapel yang digagas Bekraf sangat membantu mereka memahami dunia IP. Dia berharap keikutsertaan dalam Licensing Expo China 2019 bisa mempertemukannya dengan para mitra yang ingin memakai karyanya. 

“Sudah ada beberapa brand yang pakai karya kami, seperti Sea Games, Hard Drive, Honda dan perusahaan lain-lainnya. Setidaknya potensi komersialisasi IP kami bulan ini saja bisa sampai Rp 1,5 miliaran,” imbuhnya. [DWI]

RM Video