Hasil Goresan Tangan Menkop AAGN Puspayoga

PDB Koperasi dan Kewirausahaan Nasional Sukses Meroket

Klik untuk perbesar
Presiden Joko Widodo Bersama Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga Mengujungi Stan UKM Sarung Daerah Dalam Acara Sarung Fest 2019 di Gelora Bung Karno, Jakarta.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Presiden Jokowi mencanangkan program pertumbuhan ekonomi untuk memberikan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Untuk men- capai pemerataan itu, koperasi memiliki peran strategis. Sebab, tanpa koperasi, bisa saja terjadi pertumbuhan ekonomi tapi hanya dinikmati sekelompok orang.

Karena itu, sehari setelah dilantik menjadi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada Oktober 2014, Presiden menanyakan perkembangan koperasi di Indonesia dan sejumlah permasalahannya. Salah satunya soal PDB (produk domestik bruto) koperasi, yang saat itu dinilai masih sangat kecil, yaitu 1,71 persen. Sehingga Presiden menyaran- kan kepada Menteri Puspayoga untuk dilakukan reformasi total koperasi. Tujuannya adalah mengembangkan koperasi secara berkualitas, sebagai organisasi yang memberikan kesejahteraan kepada anggota dan manfaat yang luas kepada masyarakat. Setelah mendapat arahan tersebut,

Puspayoga langsung mengumpulkan para pakar kope- rasi dan para deputi di kemen- teriannya. Hasilnya disepakati untuk dilakukan reformasi total koperasi. Reformasi ini dilaku- kan melalui tiga tahapan, yakni reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan. Reorientasi dilakukan dengan mengubah paradigma pemberdayaan koperasi kepada kualitas, bukan lagi pada kuantitas koperasi. Ini artinya, koperasi yang tidak sehat tidak perlu dipertahankan. Dan sebaliknya, koperasi yang masih memiliki potensi harus ditingkatkan kinerjanya. Sedangkan Rehabilitasi dilakukan melalui pembuatan database koperasi berbasis Online Data System (ODS) di seluruh Indonesia. Ini sebagai dasar penyusunan program untuk pembenahan koperasi.

Berita Terkait : Pemprov DKI Pastikan Kesiapan Pengoperasian Bus Listrik

Sementara Pengembangan, adalah meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha ber- basis anggota yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh. “Kita negara yang paling banyak punya koperasi, tapi sumbangan koperasi terhadap PDB kecil sekali. Sehingga kita lakukan rehabilitasi. Dari keseluruhan jumlah koperasi sebanyak 212.570 unit pada 2014, saat ini telah berkurang menjadi 126.343 unit koperasi. Jadi total 86.227 unit koperasi telah di non aktifkan,” ucapnya.

Sehingga tepat jika dikatakan Program Reformasi Total Koperasi akan membawa pe- rubahan paradigma dalam dunia koperasi Indonesia. Utamanya untuk mewujudkan kopera- si modern yang berkualitas serta berdaya saing tinggi, dengan jumlah anggota aktif yang terus meningkat.


“Selain itu juga untuk meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh. Serta seta ra dengan badan usaha lainnya melalui regulasi yang kondusif, perkuat SDM, kelembagaan, pembiayaan, pemasa- ran, dan kemajuan teknologi,” kata Menkop.

Berita Terkait : Saat Jalani Sidang, Ratna Sarumpaet Ngaku Sudah 4 Kali Operasi Plastik

Dalam lima tahun berjalan, Program Reformasi Total Koperasi telah berhasil meningkat- kan kontribusi PDB koperasi terhadap PDB Nasional, dari 1,71 persen pada 2014, mening- kat tajam menjadi 4,48 persen pada 2017 dan 5,1 persen pada 2018. Secara nilai kontribusi koperasi pada 2017 sebesar Rp 451.953,01 miliar, naik menjadi Rp 753.842,32 miliar pada 2018. Ini artinya terjadi lompatan PDB koperasi hingga tiga kali lipat dibandingkan 2014.

Dibandingkan negara lain, PDB koperasi secara nasional memang terlihat lebih rendah. Misalnya, PDB koperasi di Singapura yang mencapai 10 persen, Thailand 7 persen, Per- ancis 18 persen, Belanda 18 persen, dan Selandia Baru 20 persen. Tingginya PDB tersebut mencerminkan koperasi di negara-negara itu sebagai kekuatan ekonomi yang sangat diperhitungkan. Tapi Menkop tidak patah arang. Puspayoga optimistis PDB koperasi Tanah Air akan melesat melebihi PDB di Negeri Jiran.

Ketertinggalan PDB Koperasi Indonesia menjadi tantangan yang harus diatasi. Itu sebabnya, Kementerian Koperasi dan UKM melaksanakan Reformasi Total Koperasi untuk mengubah hal-hal yang prinsip dalam tata kelola koperasi. Reformasi dalam hal mindset atau pola pikir, bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang relevan hingga di masa depan. Melalui Reformasi Total Koperasi, tekad pemerintahan Presiden Jokowi meningkatkan pertumbuhan ekonomi bakal ter- capai, lapangan kerja meningkat, pengangguran menurun, kemiskinan menurun, dan gini ratio menurun.

Berita Terkait : Koperasi Dan UKM Kerja Sama Dengan Perusahaan Besar

Alhasil, peningkatan pertumbuhan ekonomi akan disertai pemerataan kesejahteraan masyarakat. Untuk lebih rinci perkembangan data koperasi nasional adalah, modal sendiri Rp 181.028,35 miliar, modal luar Rp 166.878,46 miliar, volume usaha Rp 390.676,69 miliar. Sementara sisa hasil usaha 15.258,82 miliar. Peningkatan nilai-nilai indikator koperasi memberi makna terjadinya peningkatan aktivitas usaha koperasi. Ada kegairahan yang semakin besar dalam kegiatan koperasi. Otomatis peran serta anggota koperasi juga semakin tinggi.

“Ini merupakan salah satu indikator keberhasilan Program Reformasi Total Koperasi,” tegas Menteri Koperasi UKM AAGN Puspayoga di acara puncak peringatan Harkopnas ke-72 di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Menteri Puspayoga melanjutkan, Program Reformasi Total Koperasi akan terus dijalankan karena sangat penting dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas koperasi. Koperasi se- cara kuantitas berkurang, tetapi memiliki kualitas prima. “Itu targetnya,” tegas Menkop.*