Ribuan Peserta Ramaikan Young Entrepreneur Summit

Wirausaha Muda Unggul Diharap Ciptakan Lapangan Pekerjaan Baru

Klik untuk perbesar
Founder KAHMI Preneur Kamrussamad (kiri) menyaksikan Sertifikat Rekor Muri yang dipamerkan Sandiaga Uno pada acara YES 2019 di Istora Senayan Jakarta (10/4).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 500 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Se-Jabodetabek ikut meramaikan Indonesia Young Entrepreneur Summit (YES) 2019, yang acaranya berakhir kemarin di Jakarta. Peserta yang kebanyakan pelaku usaha muda itu pun ramai-ramai memamerkan produknya. 

Ajang Indonesia YES 2019 merupakan forum kaum milenial kreatif bertemu dengan para pengusaha muda sukses, dari berbagai sektor bisnis tingkat menengah ke atas serta nasional. Tak hanya itu, Indonesia YES 2019 menjadi sarana untuk berbagi networking (akses teknologi, pembiayaan dan pemasaran). 

Melalui YES 2019, peserta mendapatkan akses terkini seputar market dan finance dari stakeholder yang terlibat. Program Indonesia YES 2019 yang mengambil tema Arah Baru Ekonomi Indonesia ini, secara mengejutkan diminati sekitar 10 ribu peserta yang sudah mendaftar, dari kapasitas sekitar 7 ribu kursi. 

Sebagai penggagas, Founder KAHMI Preneur Kamrussamad mengaku, sangat puas dan gembira menggelar ajang ini. Melihat kesuksesan dari tahun sebelumnya, YES 2019 dibuka di Surabaya sebagai kota pembuka rangkaian acara tersebut. 

Dilanjutkan kota kedua di Bandung lalu kota ketiga Sragen, lalu Makassar kemudian Medan dan Lombok. Di semua kota, pesertanya membludak melebihi target dan kapasitas ruangan. 

Baca Juga : Sabam: Andaipun BIcara Politik, Pertemuan Jokowi-Prabowo Tetap Sangat Baik

“Tentunya hal ini sangat menggembirakan dan menjadi pemicu kami untuk menggulirkan ajang YES di tahun ini di tujuh kota di Indonesia, sekaligus agar virus semangat entrepreneur dapat meluas secara merata, serta membuka peluang terhadap penciptaan entrepreneur muda yang lebih banyak,” katanya di Jakarta, kemarin. 


Di kota ke-7 di Jakarta, sambung Samad, memiliki konsep berbeda dengan kota sebelumnya, di mana pihaknya mengemas dengan konsep festival, sehingga memberi ruang bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya agar dikenal lebih luas. 

Ia melihat kawula muda dan masyarakat masih sangat bersemangat menjadi entrepreneur, serta creator-creator muda yang gigih dan andal dalam membangun dan menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri. 

“Harapan kami ke depannya sebagai penyelenggara, semoga ajang ini dapat membantu dan mencetak lebih banyak wirausaha-wirausaha unggul lainnya,” ucapnya. 

Tak hanya itu, ia juga berharap, para pelaku usaha dapat bersaing menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan. Ajang bergengsi ini dapat membantu menciptakan lebih banyak lagi entrepreneur-entrepreneur muda sukses, tangguh dan mandiri, sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. 

Baca Juga : Inggris dan Iran Makin Memanas

Artis Berbisnis 
Di acara itu, tampak tokoh entrepreneur nasional, Sandiaga Salahuddin Uno serta entrepreneur muda sukses lainnya, Teuku Wisnu selaku Pemilik Jannah Corp dan Oleh-oleh Kekinian Malang Strudel. Dia bersama sang istri, Shireen Sungkar, memulai usaha travel haji dan umrah yang diberi nama Abu Adam. 

“Bukan hal mudah untuk memulai bisnis di bidang ini. Kami memberi pilihan bagi masyarakat yang hendak beribadah ke Tanah Suci dengan harga relatif murah dan memberikan pelayanan yang maksimal. Bisnis kami pun beragam, mulai dari fashion, kuliner, oleh-oleh, aplikasi hingga media online daerah,” kata Wisnu. 

Senada, Dimas Seto bersama sang istri, Dhini Aminarti, juga merintis usaha kuliner Cirebon Cinnamon. Sebagai pebisnis baru, Dimas Seto tidak ingin kehadirannya dianggap sebagai ancaman oleh UMKM yang ada di Cirebon. Karenanya, dia membuka ruang dan merangkul pengusaha lokal untuk bisa bekerja sama. 


“Kami mengubah konsep dari kekinian menjadi modern. Kami tahu, banyak kerajinan tangan dan juga produk-produk lainnya, yang dikelola pelaku usaha di Cirebon untuk bisa berkembang dan maju bersama-sama,” katanya. 

Sementara Zaskia Sungkar, sebagai salah satu Pemilik Jannah Corp, bersama dengan sang suami, Irwansyah juga membangun kerajaan bisnis. Beberapa produk kue kekinian yang booming sampai sekarang, yang juga berada di bawah naungan Jannah Corp, juga mengelola bisnnis tour & travel. 

Baca Juga : Traveloka Curi Momentum Tren Terbang Jarak Jauh

Namun seiring berjalannya waktu, Zaskia Sungkar lebih dikenal dengan usaha bisnis fashionnya, dengan target pasar mulai dari mahasiswa hingga menengah ke atas sejak 2013. Bahkan salah satu brandnya KIAby Zaskia Sungkar, telah berhasil masuk di pagelaran busana baik di dalam negeri maupun luar negeri. 

Pemilik Dapur Asix Ashanty Hermansyah tak mau kalah. Bersama suami, Anang Hermansyah, dia membangun bisnis di bidang kuliner mulai dari Dapur Asix, Ayam Asix, Kue Asix, Ash Juice. 

Asix sendiri diambil dari kata A6 yang merupakan sebutan untuk keluarga ini yang terdiri dari Anang, Ashanty, Aurel, Azriel, Arsy, dan Arsya. 

Di bidang kosmetik, Ashanty Beauty berniat menjadikan bisnisnya terdepan dalam menyediakan produk kosmetik yang aman, mudah didapat serta berkualitas tinggi. 

“Kami memiliki komitmen untuk memberikan produk kosmetik terbaik yang bernilai dan berkualitas tinggi, dalam kontribusinya terhadap kecantikan dan kesehatan kulit masyarakat Indonesia,” kata Ashanty. [DWI]

RM Video