RMco.id  Rakyat Merdeka - Gerakan Pakai Masker (GPM) berkolaborasi dengan BNI, Adira Finance, Perbarindo dan Asparindo, melaksanakan Sosialisasi dan edukasi secara Webinar bertemakan “Digitalisasi Pasar Rakyat di Masa Pandemi Covid-19” baru-baru ini.

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia Sis Apik; Ketua Umum GPM Sigit Pramono; Ekonom Senior Indef sekaligus Pendiri GPM Dr. Aviliani S.E., M.Si.; Human Capital & Marketing Director Adira Finance Swandajani Gunadi; Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto dan Ketua Umum Asparindo Y. Joko Setiyanto. 

Ketua Umum GPM Sigit Pramono mengatakan Pelaku usaha harus siap dengan keadaan ini. Semua bisnis harus menuju kearah digital, baik pelaku pasar rakyat, perbankan maupun bisnis lain.

Berita Terkait : Digitalisasi Pasar Rakyat, Kemendag Gandeng OVO

Senada denga Sigit, Ketua Umum Asparindo Y. Joko Setiyanto menuturkan, Asparindo menyampaikan ucapan terimakasih atas upaya GPM yang fokus untuk melaksanakan edukasi dan sosialisasi di pasar rakyat, sehingga kesehatan pasar dapat terkawal dengan baik dan pasar terus hidup.

“Pelaku pasar merupakan mitra strategis bagi BPR, terbukti lebih dari 50%  pemilik rekening BPR adalah pelaku pasar. Sehingga upaya menjaga pasar untuk tetap hidup dan berkembang sangat penting ,” kata Joko.

BNI sangat mendukung digitalisasi di masyarakat dan pasar. Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia Sis Apik menyebutkan bahwa tahap awal yang harus disiapkan adalah sistem pembayarannya. Saat ini beberapa pasar telah menggunakan sistem pembayaran secara elektronik, yaitu menggunakan layanan fintech dan kartu elektronik. BNI merupakan salah satu pelopor penyedia kartu elektronik Tapcash.

Berita Terkait : Kiat Bertahan Body Repair Cahabat dimasa Pandemi

“Setelah sistem pembayarannya siap, pelaku pasar harus membangun digital ekosistem, seperti yang sekarang ini sudah ada aplikasinya seperti sayurbox.  Kedepan, semua pelaku pasar harus dibangun kearah itu. Selain mengurangi sentuhan fisik  dan jaga jarak, menggunakan aplikasi ini lebih aman dan efisien, lebih mudah dikontrol  serta meminimalkan tindakan kriminal,” ujar Apik

Sejak tahun 2015,  Adira Finance sudah berkecimpung dengan lingkungan pasar. Hal ini terkait dengan visi Adira Finance yaitu Ciptakan Nilai Bersama (creating share value) untuk meningkatkan kesejahteraan. Basisnya adalah bagaimana pengembangan komunitas. Selain itu segmen pasar Adira Finance 50% dari sektor informal, termasuk pasar. Hal ini yang mendorong Adira Finance fokus untuk ikut membangun pasar melalui pilar CSR-nya. 

“Covid-19 menyebabkan bisnis anjlok lebih 40%. Untuk itu Adira Finance membantu pelaku pasar supaya bangkit. Saat ini ada 30 pasar binaan melalui Festival Pasar Rakyat Adira dan juga dikembangkannya bisnis portofolio KEDAI UKM yang menjadi representative Adira,” pungkas Human Capital & Marketing Director  Adira Finance Swandajani Gunadi. [ARM]